Wisatawan mancanegara bersepeda di Bangli. (BP/wan)

BANGLI, BALIPOST.com – Bangli memiliki banyak desa wisata. Namun dari semua desa wisata yang ada, hanya beberapa yang eksis dan berkembang.

Sebagaimana yang diungkapkan Kadek Darmayasa, Kepala Bidang Budaya dan Lingkungan ASITA Bali, Senin (2/3). Dia menyebutkan di Kabupaten Bangli setidaknya ada 31 desa wisata.

Namun tidak semuanya hidup. Banyak diantaranya yang seumur jagung. Tidak lebih dari satu tahun berdiri, kemudian redup dan selesai.

Sebagai pelaku wisata pihaknya sejatinya sangat berharap Bangli bisa jadi tujuan wisata dari sektor desa wisata. Pria asal Undisan, Tembuku itu pun mengharapkan Pemkab Bangli membuat syarat dan parameter dalam pemberian sertifikat desa wisata.

Sebelum diberikan sertifikat sebagai desa wisata, sebuah desa harus bisa memenuhi syarat atau parameter seperti adanya fasilitas penunjang yang lengkap, terdapat homestay dan memenuhi syarat lainnya. “Seperti yang kita ketahui di Kabupaten Bangli selama ini, ujug-ujug ada satu obyek wisata, contoh waterfall (air terjun). Itu sudah bisa diklaim jadi desa wisata. Harusnya ada parameternya yang jelas,” terangnya.

Baca juga:  Perbaikan Program "City Tour" Klungkung Terus Dilakukan

Selain membuat syarat dan parameter, Pemerintah Kabupaten Bangli juga harus melakukan pembinaan secara rutin dan berkelanjutan. Sehingga keberadaan sebuah desa wisata itu tetap eksis dan tidak seumur jagung. “Walaupun kalau bicara di Bangli dananya kurang, tapi paling tidak tetap harus ada pembinaan dan sosialisasi. Supaya arahnya benar, bahwa kita ingin memajukan desa. Dari pemerintah harus proaktif memberikan pembinaan. Tidak sekedar memberikan sertifikat,” kata Darmayasa. (Dayu Swasrina/balipost)