DENPASAR, BALIPOST.com – Musda DPD Golkar Bali berlangsung Senin (24/2). Meski sebelumnya dengan tegas mengatakan akan ikut pencalonan Ketua DPD Golkar Bali, Sumarjaya Linggih akhirnya mengundurkan diri.

Pascamundurnya Sumarjaya Linggih, pada Senin sore, I Nyoman Sugawa Korry terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Bali. Kemunculan namanya sebagai calon ketua mencuat setelah adanya pernyataan mundur dari I Gde Sumarjaya Linggih dari pencalonan.

Melalui pandangan umum Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten dan Kota se-Bali, Sugawa Korry dicalonkan sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Bali dan Dr. Made Dauh Wijana sebagai Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali. Disusul kemudian pemandangan umum yang diajukan oleh organisasi sayap, organisasi pendiri Partai Golkar dan Pengurus DPD Golkar.

Total 14 suara atau secara aklamasi memilih Sugawa Kory sebagai Ketua DPD Golkar Bali dan Dauh Wijana sebagai sekretaris DPD Golkar Bali. Selain itu dalam musda juga menerima pertanggungjawaban pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali, 2019 – 2020.

Baca juga:  Tetap Jalan, Rencana Bandara di Buleleng

Terpilihnya secara aklamasi sebagaimana diharapkan oleh Waketum DPP Golkar, Roem Kono, yang hadir mewakili DPP Golkar.

Sementara alasan mundur Sumarjaya Linggih alias Demer dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan partai yang lebih besar, harus berkonsentrasi di pusat sebagai Korwil Bali, NTT dan NTB. “Saya legowo untuk kepentingan Bali lebih besar,” katanya.

Sumarjaya Linggih mengatakan, keputusan mundur dari pencalonan ketua diambilnya setelah usai bersembahyang malam hari sebelum musda, yang kebetulan merupakan hari tilem.

Sementara Ketua Panitia Muda DPD Golkar Bali, Komang Tamuaki Banuartha mengatakan, peserta musda Partai Golkar diikuti oleh 303 peserta. Terdiri dari tokoh, pinisepuh partai Golkar, pengurus pleno DPD Golkar Bali, Fraksi Golkar DPR RI, DPRD Bali, DPRD kabupaten, ormas pendiri, organisasi sayap partai Golkar, Pimpinan Kecamatan DPD Bali. (Agung Dharmada /balipost)