Bahu jalan di jalur Bangli-Kintamani amblas dan dipasangi pembatas agar tidak dilewati kendaraan. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Bahu jalan di ruas jalan Bangli-Kintamani tepatnya di Dusun Gebagan, Desa Kayubihi, Bangli amblas. Untuk menghindari adanya kendaraan yang melintas di dekat lokasi itu, pembatas berupa drum dan waterbarier dipasang.

Kini hanya separuh badan jalan yang bisa dilewati kendaraan. Pantauan di lokasi, bahu jalan yang amblas berada di sebelah timur jalan. Ambrolnya bahu jalan mengakibatkan sebuah pipa PDAM putus.

Perbekel Desa Kayubihi Wayan Suganda, Minggu (23/2) mengatakan, amblasnya bahu jalan terjadi pada Jumat (21/2) malam. Penyebabnya karena guyuran hujan deras.

Panjang bahu jalan yang amblas sektar 30an meter dengan kedalaman 40 meter. Pascakejadian itu, petugas dari PU Provinsi Bali bersama kepolisian telah memasang pembatas agar pengendara tidak melintas di dekat lokasi yang amblas. “Sebelum dipasangi pembatas sangat rawan sekali,” terangnya.

Baca juga:  Musim Hujan, Bali Diminta Waspadai Dua Potensi Bencana Ini

Terkait kondisi bahu jalan tersebut, Suganda mengaku pihaknya telah melapor ke Dinas PU Provinsi Bali. Sebab status jalan itu merupakan jalan Provinsi.

Agar kondisinya tak semakin parah, pihaknya sangat berharap dinas PU segera melakukan perbaikan. “Karena jalan tersebut merupakan jalan penghubung Denpasar-Singaraja. Bukan warga kami saja yang menggunakannya, tapi semuanya memakai jalan itu,” terangnya.

Sementara itu disinggung mengenai dampak pipa PDAM yang putus, Suganda mengatakan sejauh ini belum ada keluhan warga terkait gangguan layanan PDAM. Dijelaskannya bahwa pipa tersebut berfungsi untuk mengalirkan air yang ditarik dari wilayah Gebagan ke Banjar Bangklet. “Sementara ini belum ada keluhan. Karena musim hujan, mungkin bak penampungan warga masih terisi. Tapi kalau lama-lama pipanya belum tersambung, pastinya akan terganggu,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)