Sejumlah peserta yang akan tampil pada turnamen e-sport bertajuk "Kill The Last Competition Mobile Legends" pada 22 Februari. (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 32 tim dan 52 orang atlet siap bertanding pada turnamen e-sport bertema “Kill The Last Competition Mobile Legends” pada 22 Februari. Ajang ini diharapkan dapat menjadi saluran bagi anak-anak muda Bali untuk meraih prestasi.

Menurut Eric Hendrawan, Perwakilan Bali Mobile Lagend Community, anak-anak muda Bali mempunyai banyak potensi untuk sukses pada olahraga e-sport. Terbukti, beberapa perwakilan anak muda Bali menjadi juara pada kejuaraan e-sport nasional dan internasional.

Salah satunya I Made Aris Sandra berhasil menjadi juara III ajang Piala Presiden 2020 pada cabang eFoorball Pro Evolution Soccer (PES). “Bersama tim Bali Percy Esport, Aris mampu bersaing melawan wakil Myanmar, Vietnam, Malaysia dan Thailand. Aris bahkan tampil sebagai top skor pada salah satu event e-sport prestisius di Indonesia itu,” ujarnya, Kamis (20/2).

Baca juga:  Berpotensi Likuifaksi

Ketua Harian Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar Putu Lengkong Yuliarta menilai e-sport berpotensi menjadi salah satu profesi yang menjanjikan bagi anak-anak muda di Denpasar dan Bali. Oleh karena itu, Pemkot Denpasar akan terus memberikan ruang dan fasilitas bagi penggemar e-sport agar dapat mengembangkan dan mengasah kemampuannya untuk menjadi juara. (Yudi Karnaedi/balipost)