Kawasan Geopark Batur. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) disorot Ketua Komisi II DPRD Ketut Mastrem. Dia menilai Badan Pengelola Pariwisata BUGG belum maksimal dalam mengelola dan memajukan pariwisata di Kintamani.

Lembaga bentukan Bupati itu pun dinilai hanya menjalankan tugas yang tak jauh beda dengan tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sebelumnya. “Sama sekali belum ada kemajuan. Tugasnya hanya mungut tiket saja, kan sama saja dengan yang dulu dilakukan Dinas Pariwisata,’’ ungkap Mastrem, Minggu (16/2).

Mastrem tak menampik, sejak Badan Pengelola pariwisata BUGG berdiri, pendapatan dari retribusi wisata meningkat. Namun menurutnya hal itu belum bisa dipastikan apakah peningkatannya karena peran badan pengelola.

Baca juga:  Naik Signifikan, Semester I Pendapatan Retribusi Kintamani Hampir Setara Perolehan 2018

Sebab dulu saat objek wisata Kintamani masih dikelola Disparbud, pendapatan retribusi wisata juga pernah mengalami peningkatan. Tepatnya pascasidak dan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas kepolisian beberapa tahun lalu. (Dayu Swasrina/balipost)