Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Ngurah Darma Utama saat mengecek kondisi sistem parkir otomatis yang rusak di areal transit Pasar Tabanan. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabanan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bidang parkir Rp 7,02 miliar tahun ini. Namun, beberapa kendala berpotensi mengancam capaian itu. Barrier gate atau sistem parkir otomatis di areal parkir transit Pasar Tabanan rusak dan satu mesin e-parkir on street bermasalah di bagian LCD.

Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Ngurah Darma Utama menyatakan, kerusakan barrier gate terletak pada alat sensor untuk naik turun plang. Pengaruhnya pada sistem progresif (lama waktu parkir) tidak berfungsi dan berdampak kehilangan potensi pendapatan sekitar 20 persen per bulan.

“Asumsi pendapatan di parkir transit ini Rp 2 sampai Rp 2,4 juta per hari saat mesin baik. Kebetulan saat ini jelang hari raya, meski progresif mati masih bisa terjaring,” ujarnya saat mengecek kondisi barrier gate, Rabu (12/2).

Baca juga:  Hadir di Pertemuan IMF-WB, Ini Pesan Jack Ma untuk Pengusaha

Satu mesin e-parkir on street di Jalan Gajah Mada rusak di bagian LCD. Terkait kerusakan ini, sudah dilakukan pemeliharaan sesuai mekanisme dan prosedur, penggantian alat dan pemesanan. “Sudah proses pemesanan di Jakarta dan Malaysia. Dalam waktu dekat akan datang,” jelasnya.

Kendala lainnya yang dihadapi untuk capaian target retribusi parkir yakni hasil temuan Inspektorat Provinsi. Empat objek sasaran retribusi parkir hilang karena berubah menjadi objek pajak parkir yang dikelola Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).
(Dewi Puspawati/balipost)