Made Kasta dan Wayan Sumanaya saat kunjungan KPA Klungkung ke UPT Puskesmas Klungkung II. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klungkung terus melakukan kunjungan ke setiap kecamatan. Setelah Kecamatan Dawan, sasaran berikutnya adalah Kecamatan Klungkung. Ini dilakukan agar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mau membuka diri dan KPA Klungkung bisa melakukan penanganan lebih cepat.

Tim KPA Klungkung dipimpin Ketua Harian Made Kasta mengecek perkembangan kasus HIV/AIDS di UPT Puskesmas Klungkung II di Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Selasa (11/2).

Kepala UPT Puskesmas Klungkung II Drg. Ni Kadek Asri Susanti Dewi menyampaikan, pihaknya mencatat 23 kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2019. Bahkan, satu korban sudah meninggal dunia.

Melihat tingginya kasus itu, Asri Susanti berharap banyak mendapatkan arahan dan bimbingan dari Tim KPA Klungkung. Khususnya mengenai cara-cara mengobati dan mencegah penyakit masyarakat tersebut. Bila tidak ditangani maksimal, dikhawatirkan penyakit ini semakin mengancam keselamatan warga.

Baca juga:  Dibandingkan Tahun Lalu, Kunjungan Wisman Januari-Mei Naik Hampir 12 Persen

Sekretaris KPA Klungkung Wayan Sumanaya menyampaikan, semua Pukesmas di Klungkung sudah mampu mengampu pengobatan penyakit HIV/AIDS. KPA hanya perlu memberikan sejumlah penegasan dalam melakukan penanganan, sekaligus melihat bagaimana realitas perkembangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Made Kasta berharap KPA bisa memberikan informasi yang lebih detail kepada masyarakat mengenai cara pencegahan penyakit HIV/AIDS. Wakil Bupati Klungkung ini juga minta dibangun sinergi yang efektif antara KPA, Puskesmas, Dinas Kesehatan dan setiap desa guna mempersempit ruang gerak penyebaran dan secepat mungkin menemukan penderitanya untuk direhabilitasi. (Bagiarta/balipost)