
BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Bangli telah menurunkan tim teknis untuk menindaklanjuti jebolnya bahu jalan raya Penelokan–Kintamani di wilayah Banjar Bugbugan, Desa Batur Tengah. Langkah itu diambil guna mengkaji penanganan kerusakan jalan yang terjadi saat hujan deras pada Jumat (9/1) lalu.
Kadis PUPRPerkim Bangli, Dewa Agung Suryadarma memastikan penanganan jalan jebol tersebut akan segera diupayakan. “Kemarin sudah dicek oleh tim teknis. Untuk lebih lanjut, masih kita upayakan dana penanganannya nanti dengan pergeseran secepatnya,” terangnya, Minggu (11/1).
Kepala Bidang Bina Marga I Putu Susila mengatakan jebolnya bahu jalan sepanjang 25 meter tersebut kemungkinan dipicu oleh air yang kerap menggenang di lokasi tersebut. Air masuk melalui celah kecil dan secara perlahan menggerus struktur bagian bawah hingga akhirnya jebol.
Dikatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan desain penanganan agar perbaikan dapat segera dilakukan. Pihaknya memastikan akan memperkuat struktur bagian bawah agar aman jangka panjangnya. “Kami kaji dulu,” ujarnya. Terkait anggaran, Susila menyebut masih akan dibicarakan.
Sebagaimana yang diketahui hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kintamani pada Jumat (9/1) sore mengakibatkan bahu Jalan Raya Penelokan–Kintamani jebol, tepatnya di depan toko furniture di wilayah Banjar Bugbugan, Desa Batur Tengah. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polsek Kintamani bergerak cepat memasang rambu-rambu peringatan, berupa water barrier dan police line di sekitar lokasi.
Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun sejak pukul 14.00 Wita. Hujan menyebabkan genangan air di badan jalan. Sekitar pukul 17.00 Wita, bahu jalan di lokasi tersebut tergerus air hujan hingga jebol, membentuk lubang sepanjang kurang lebih 10 meter, dengan lebar sekitar 0,5 meter dan kedalaman mencapai 4 meter.
“Akibat jebolnya bahu jalan tersebut, akses Jalan Raya Penelokan–Kintamani mengalami penyempitan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar Kapolsek.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada pukul 17.30 Wita, personel Polsek Kintamani bersama masyarakat sekitar langsung memasang rambu-rambu peringatan.
Kapolsek mengatakan kerusakan pada bahu jalan menyebabkan terganggunya kelancaran arus lalu lintas di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan tersebut. Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati, khususnya saat melintas di jalur tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi bahaya di jalan,” tegasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










