Petugas berada di dekat pesawat maskapai China Southern Airlines tujuan Guangzhou, China, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). Pesawat dengan nomor penerbangan CZ 626 yang mengangkut 126 orang penumpang tersebut merupakan pesawat terakhir dari Bali menuju China sebelum pemberlakuan penundaan penerbangan dari dan menuju seluruh destinasi di "mainland" China mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemberlakuan larangan terbang ke dan dari Tiongkok daratan per Rabu (5/2) ini diminta untuk disikapi bijaksana oleh Konsul Jenderal (Konjen) RRT di  Denpasar, Gou Haodong. Ia pun dalam jumpa persnya Selasa (4/2) meminta agar pemerintah Indonesia, khususnya Imigrasi Bali bisa memfasilitasi warga negara Tiongkok terkait masa tinggal.

Terkait hal itu, Kasi Sarana dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Kelas I Ngurah Rai Putu Suhendra menyampaikan, hingga Rabu (5/2) belum ada warga Tiongkok yang melakukan pengajuan perpanjangan masa tinggal di Bali. Hingga Selasa (4/2) malam, pihaknya mengaku belum ada yang mengajukan.

Kemungkinan, katanya, izin tinggal mereka saat ini masih berlaku. “Kalaupun demikian, pihak Konsulat pasti akan berkoordinasi. bahkan sebelumnya pihak konsulat sudah pernah menyampaikan hal itu,’ katanya.

Baca juga:  Pasebaya Sebut Erupsi Gunung Agung Nyaris Terjadi Setiap Hari Raya

Gou menyebutkan wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali dan ingin pulang sudah diimbau untuk membeli tiket. Dikatakan bila ada beberapa penerbangan ke Tiongkok hingga Selasa (4/2) malam. “Data yang kami dapat, ada sekitar 5.000an wisatawan Tiongkok yang masih ada di Bali,” imbuhnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.