Kegiatan sosialisasi terkait layanan angkutan siswa di Kabupaten Tabanan yang mulai beroperasi kembali, di ruang rapat Kantor Bupati Tabanan. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Sebulan layanan angkutan siswa di Kabupaten Tabanan tidak digratiskan lantaran masih berprosesnya tender pengamprahan pembelian layanan. Mulai 1 Februari lalu, siswa yang selama ini mendapatkan layanan angkutan ini kembali digratiskan.

Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Darma Utama, Selasa (4/2), menyatakan, lamanya proses tender karena banyaknya perubahan dalam menyusun perencanaan, seperti penyediaan kendaraan. Anggaran pembelian layanan angkutan siswa trans serasi tahun 2020 untuk 24 SMP di 10 kecamatan dengan 273 armada, total Rp 17,365 miliar.

Setelah rampungnya proses tender, maka mulai 1 Februari 2020 layanan angkutan siswa gratis untuk SMP kembali beroperasi. “Mulai 1 Februari sampai 31 Desember 2020, layanan trans serasi kembali beroperasi melayani angkutan siswa,” terangnya.

Baca juga:  Menolkan Kasus Rabies Perlu Proses

Pengoperasikan angkutan siswa sedikit telat karena dalam proses tender yang akhirnya dimenangkan Perum Damri, ada beberapa kendala. Salah satunya peremajaan angkutan khususnya untuk angkot. Ada 15 kendaraan baru terdiri atas 10 Suzuki Carry dan 5 Daihatsu. Kendaraan baru ini harus diurus izinnya termasuk karoseri, kir, izin trayek dan izin yang diperlukan untuk bisa mengangkut orang.

Terkait telah beroperasinya kembali angkutan siswa ini, pihaknya melakukan sosialiasi terhadap para juru mudi, kepala sekolah dan perwakilan orangtua melibatakan tim dari Perum Damri, Satuan lantas Polres Tabanan dan Dishub. Sosialisasi ini untuk menciptakan sinergitas dalam pelayanan angkutan sehingga siswa merasa nyaman ketika pergi dan pulang sekolah.(Dewi Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.