Petani sedang memetik cabai. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Petani di Karangasem terpaksa memanen cabai lebih awal. Pasalnya hujan lebat yang sempat mengguyur wilayah Karangasem membuat buah cabai rusak.

Petani cabai di Subak Subak Ulun Suwi, Banjar Papung, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Ni Ketur Merta, Selasa (28/1) mengatakan, hujan lebat yang sempat mengguyur Karangasem membuat buah cabai rusak. Buah cabai membusuk dan mengering.

Tak hanya buahnya, daun dan batang cabai juga rusak. “Buah cabai yang muda dan yang merah hampir sebagian besar rusak. Bahkan cabai yang sudah merah semuanya tak bisa dipanen karena sudah rusak,” ujarnya.

Merta menambahkan terpaksa memanen awal. “Saya terpaksa petik buah cabai yang masih muda-muda. Kalau yang merah semuanya sudah tak bisa dipetik karena sudah rusak,” sebutnya.

Baca juga:  Kreatif, Petani Ini Manfaatkan Tanah Marginal hingga Olah Hasil Panen

Dia mengakui, kalau kondisi normal, biasanya cabai bisa dipanen sekitar lima kali lagi. Tapi, untuk saat ini, hanya bisa dipetik dua kali lagi.

Petani lain, Ni Komang Muliati juga mengungkapkan hal yang sama. Jelas dia, hujan lebat sangat mempengaruhi hasil panen yang diperolehnya. “Kondisi ini membuat petani rugi,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.