Oktavia Nara Swari. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penyanyi Ni Wayan Oktavia Kartika Nara Swari (15) memiliki hobi menyanyi sejak kecil. Bahkan, siswi kelas IX SMPN 1 Gianyar ini selalu meluangkan waktunya untuk berkesenian.

Meskipun disibukkan dengan tugas dan pekerjaan rumah (PR) di sekolahnya. Prinsip bahwa jiwa orang Bali tidak boleh lepas dari seni dijadikan motivasinya untuk terus berlatih berkesenian. Terutama berlatih menyanyikan lagu-lagu Bali guna melestarikan budaya Bali.

Ketekunan Okta (sapaan akrabnya) berlatih bernyanyi membuahkan hasil. Putri pasangan I Wayan Budiarta dan Ni Wayan Dian Lusiana ini terpilih menjadi salah satu dari 20 orang penyanyi produksi lagu-lagu Bali anak-anak pada Bali Kumara generasi 7.

Hal ini tidak terlepas dari dukungan orang tuanya yang selalu menemani Okta dalam mengikuti latihan setiap hari minggu di Sanggar Seni Cressendo “Griya Musika Sukawati”. “Dengan melatih olah vokal secara teratur dan kontinu, teknik suara Okta semakin terbentuk dengan baik,”ujar penggagas Bali Kumara 7, I Komang Darmayuda, Rabu (8/1).

Baca juga:  Album “Satu" Dejapu, Usung Satu Lagu Berbahasa Indonesia

Di Bali Kumara 7, gadis cilik kelahiran Gianyar, 18 Oktober 2004 ini membawakan sebuah lagu berjudul “Yen Tiang Sampun Kelih” ciptaan Gus Saka. Lagu ini sebagai ungkapan hati seorang anak kepada orang tuanya. Rasa terimakasih dan berjanji akan mengabdi kepada orang tuanya ketika besar nanti.

Selain hobi menyanyi, dari sisi akademik Okta memiliki sejumlah prestasi. Ia pernah meraih juara 2 Olimpiade MIPA di Universitas Udayana 2015 se-Kabupaten Gianyar dan juara 2 Olimpiade MIPA Universitas Udayana 2016 se-Kabupaten Gianyar. Okta juga pernah meraih juara 3 Lomba busana ke pura. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.