Salah satu bangunan di Pantai Pebuahan yang rusak akibat gelombang tinggi yang menyebabkan abrasi. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Angin disertai gelombang tinggi terjadi di perairan Jembrana, Selasa (7/1) malam. Hal itu mengakibatkan rusaknya sejumlah rumah dan bangunan warung kuliner ikan bakar di Pantai Pebuahan, Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Warga yang tinggal di pinggir pantai sudah mengevakuasi barang-barangnya karena takut dengan kondisi pantai. Apalagi abrasi sudah dialami sejak empat tahun terakhir dan banyak daratan yang lenyap terbawa ombak.

Dari pengamatan Rabu (8/1), sejumlah bangunan baik rumah, tempat ibadah maupun warung usaha kuliner rusak karena pondasinya tergerus. Sedikitnya tiga bangunan rumah yang tepat berada di bibir pantai mengalami kerusakan. Beberapa warga juga membongkar bangunan yang tersisa karena khawatir gelombang akan semakin tinggi beberapa hari ke depan.

“Sudah banyak warga yang mengungsi ke tempat kerabatnya. Sebenarnya sudah tiga hari ini terjadi gelombang tinggi, tapi yang paling parah tadi malam (Selasa-red),” terang Hariyanto, salah seorang warga.

Baca juga:  Agar Tak Membahayakan Pengendara, Jalan Sukawati-Tegenungan Ditutup Total

Pemilik warung makan ikan bakar itu mengaku terdampak gelombang tinggi itu. Bangunan dapur warung yang sebelumnya sudah dipindahkan, kini terkena gempuran ombak. Dapurnya rusak dan nyaris ambruk.

Belajar dari pengalaman, gelombang tinggi akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Diperkirakan puncak air pasang akan terjadi pada purnama atau Jumat (10/1). Oleh karena itu, warga sudah bersiap-siap pindah ke tempat yang lebih aman. Termasuk mengamankan barang-barang berharga mereka.

Upaya memasang senderan secara swadaya tidak berhasil menghalau ombak. Namun, warga tetap berupaya memasang tumpukan karung berisi pasir dan batu untuk menghalau ombak. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.