Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) meninjau gedung BCIC Tohpati, Kamis (2/1). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Indonesia mempunyai ambisi 2030 akan menjadi pusat pengembangan dari electric vehicle (kendaraan listrik) yang ada di kawasan Asia Tenggara. Bali menjadi salah satu pilot project pengembangan kendaraan listrik.

“Bali sudah kita tetapkan sebagai daerah pilot project,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI saat meninjau Gedung Balai Creative Industry Center (BCIC), Tohpati, Kamis (2/1).

Sejauh ini koordinasi pemerintah pusat dengan Pemprov Bali telah berjalan baik untuk pengembangan kendaraan listrik. Selain karena Bali memiliki Pergub No 48 tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Bali juga merupakan daerah pariwisata sehingga perlu dibuatkan ekosistem energi bersih. Kendaraan listrik menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan lingkungan bersih.

“Bali sebagai daerah yang pemasukannya sangat tergantung dari turis maka penciptaan lingkungan yang sehat dan bersih sangat penting. Pemerintah pusat mendorong dan mendukung itu,” imbuhnya.

Dari sisi lingkungan, meski volume pembelian kendaraan di Bali cukup tinggi, namun tidak menjadi soal jika kendaraan tersebut merupakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. “Tumbuhnya industri yang tidak merusak lingkungan itu juga kan suatu hal yang bagus, kita tidak perlu dikotomi antara peningkatan pembelian kendaraan. Itu justru hal yang harus menjadi challenge, mendorong kita agar proyek electric vehicle yang ada di Bali itu harus secepatnya bisa berhasil,” pungkasnya.

Baca juga:  Dukung Praktek Siswa, AMB Serahkan 3 Motor Honda ke SMK

Menurutnya, dengan tingginya volume pembelian kendaaran menunjukkan bahwa daya beli masyarakat yang ada di Bali di atas rata – rata masyarakat di Indonesia. Dari sisi ekonomi, industri juga akan tumbuh.

Saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia masih kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di kawasan Asia Tenggara. Rasio kendaraan mobil di Indonesia hanya ada 88 mobol dari 1.000 orang. Sementara di Singapura 123 dari 1.000 orang dan Malaysia 200 – 300 orang. “Indonesia masih sangat kecil padahal penduduk begitu besarnya,” tandasnya.

Dengan demikian masih sangat besar potensi pengembangan industri otomotif di Indonesia. Industri otomotif menjadi salah satu dari lima industri yang menjadi prioritas Kemenperin. Kepentingan pusat ini sejalan dengan kepentingan Bali. “Karena kita yakin kalau nanti daya beli dan GDP (gross domestik product) naik, demand untuk memiliki kendaraan juga pasti naik, sehingga rasio kepemilikan ini akan semakin baik,” jelasnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.