Pemasangan kabel telekomunikasi di salah satu wilayah di Denpasar. (BP/wan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tahun 2020, Telkom menargetkan Bali 100 persen migrasi ke kabel fiber optik. Ini dilakukan untuk mendukung visi misi Presiden menuju ekonomi digital. Untuk itu diperlakukan layanan internet yang canggih dan cepat.

Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan, internet telah menjadi kebutuhan dunia. Bali dan Denpasar khususnya dipastikan mengalami kenaikan pertumbuhan internet. Dunia menyebutkan sekitar 30 persen kenaikannya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan internet tersebut, salah satu solusi terbaik adalah menggunakan fiber optik. “Karena fiber optik itu kapasitasnya unlimited. Jadi ukurannya bisa sampai tera,” ujarnya Kamis (19/12).

Telkom telah menyediakan beberapa layanan seperti Indi Home dengan kecepatan hingga 20 mbps. Ada yang 50 mbps, ada yang 100 mbps, ada yang 200 mbps. “Mungkin dalam waktu dekat, kita menyediakan dalam bentuk giga. 1 Gb akan kita terbitkan,” ungkapnya.

Dengan teknologi fiber optik,  mempunyai kecepatan yang sangat tinggi yaitu 300.000 km per second. Secara teknologi, belum ada yang lebih cepat dari fiber optic untuk komunikasi.

Dengan kecepatan itu, akan sangat membantu masyarakat misalnya untuk edukasi, pendidikan, ekstrakurikuler di bidang olahraga, musik yang bisa dipelajari dari internet, termasuk dalam berwirausaha. Fiber optic pada awalnya belum begitu banyak digunakan di Bali. Ia mulai membangun jaringan fiber optic sejak 2014 di Bali.

Baca juga:  Pelanggan Indihome Diajak "Nobar" Wonder Woman

Selanjutnya upaya migrasi dari kabel copper ke fiber optic terus dilakukan. Selain itu juga, setiap pelanggan baru, pasti menggunakan fiber optic.

Penggantian ini dengan melihat trend dunia digital. “Dengan pindah ke fiber optic, otomatis broadband bisa kita capai. Jadi untuk internet bisa kita capai. Kalau kita engga pakai fiber optic, rasanya susah untuk internet. Jadi migrasi ini untuk mendukung ekonomi digital. Ekonomi digital backbonenya adalah fiber optic,” tandasnya.

Saat ini baru Denpasar yang 100 persen menggunakan fiber optic. Bali ditargetkan 2020 telah 100 persen migrasi ke fiber optic. “Tahun depan kita pasang, yang menggunakan copper kami pindahkan. Karena Bali daerah remotenya lumayan banyak. Itu akan segera kami kejar kea rah itu. Karena kit itu agen development. Kita memperkecil kesenjangan digital, supaya semua masyarakat mempunyai service digital yang sama,” pungkasnya.

Ketika akan melakukan migrasi ke fiber optic, kendala yang dihadapi yaitu jarak, dan penghuni rumah tidak ada. “Tapi kalau masyarakat mau inisiatif migrasi ke fiber optic, itu bisa kita pindahkan dalam waktu 1 hari. Kami sudah pasang di daerah kecamatan,” ujarnya sembari menyebut kondisi kesenjangan di Bali dengan masuknya broadband city di Denpasar menjadi kecil. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.