Dinding Pasar Badung yang jebol beberapa waktu lalu segera diperbaiki. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pihak rekanan akan memperbaiki beberapa tempelan ornamen Bali pada pilar bagian barat Pasar Badung yang jebol belum lama ini. Terkait hal ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Artinya, tidak memperbaiki yang rusak saja, karena ada yang retak-retak. Sebab, bangunan pasar merupakan area publik yang perlu mendapat perhatian dalam bidang keamanannya. ”Kami khawatir bila perbaikan hanya pada yang rusak, kekuatan tempelan ornamen lainnya tetap akan rawan ambruk. Jadi, saya berharap dilakukan dengan baik,” kata politisi PDI-P itu, Rabu (11/12).

Dinas PUPR Denpasar telah mengadakan rapat untuk membahas hal tersebut. Rapat melibatkan pihak terkait, seperti PT Gaharu Sempana selaku Konsultan Perencana, PT Mitra Tri Sakti selaku Konsultan Pengawas Tahap I (TA 2017), PT Yodya Karya (Persero) selaku Konsultan Pengawas Tahap II (TA 2018) dan PT Nindya Karya (Persero) selaku Kontraktor Pelaksana Tahap I dan Tahap II.

Baca juga:  Banyak Peserta Tumbang, KPPAD Minta Panitia Evaluasi Kegiatan Gerak Jalan

Kadis PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta menyatakan, timnya telah melakukan evaluasi. Ia mengklaim dokumen perencanaan telah sesuai kondisi eksisting dan mempertimbangkan permukaan air tanah. Kedalaman tanah keras sesuai Laporan Penyelidikan Tanah berada pada elevasi 4.00 meter dari permukaan tanah asal. Sementara elevasi lantai basement dua berada pada elevasi 6.00 meter dari permukaan tanah asal.

Menurutnya, tak ada keteledoran dalam pengawasan proses pengerjaan Pasar Badung. Semua pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai perencanaan. Jebolnya ornamen Bali di sisi barat pasar dikarenakan bangunan mengalami pergerakan sehingga retak. Pihak kontraktor terlebih dahulu akan membongkar pasangan ornamen Bali eksisting.

Untuk mengantisipasi agar keretakan tidak meluas pada tempelan pasangan ornamen Bali, pihaknya bersama tim akan mengadakan penelitian lapangan dan kajian teknis penyebab keretakan tersebut. Dengan begitu nantinya bisa diambil langkah yang tepat untuk mengatasinya. (Asmara Putra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.