Perry Warjiyo melukis di kanvas. Melukis adalah salah satu atraksi di Desa Wisata Tampaksiring. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengunjungi Desa Wisata Tampaksiring pada Minggu (17/11). Desa wisata terintegrasi ini memang telah banyak dikenal masyarakat, khususnya masyarakat Bali.

Perry menuturkan perasaannya datang ke Tampaksiring. Baginya berkunjung ke desa wisata di Kabupaten Gianyar itu seperti pulang ke kampung halamannya di Solo. “Saya orang desa. Saya aslinya dari Desa Dawok, Kecamatan Glagak, Kabupaten Sukoharjo, Solo. Sebagai anak petani, waktu kecil hidup saya seperti di Bali ini. Jadi saya merasa senang, saya seperti kembali ke desa saya,” tuturnya sumringah.

Setelah mengikuti rapat dengan keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) di Sanur, ia menyempatkan diri tidak hanya jalan–jalan untuk wisata. Namun, tak hanya itu, ia juga ingin membantu mempromosikan tempat wisata di Indonesia.

Pada Sabtu (16/11), ia menyelam di Padangbai, Karangasem. Di sana, ia membuat video dengan melibatkan tim videonya. “Jadi jangan kaget nanti ya, ada youtube Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia memasarkan pariwisata Bali termasuk yang di bawah laut,” ungkapnya.

Ia berterima kasih karena diberi kesempatan dalam memajukan Indonesia. Upaya yang dilakukan ini sesuai dengan arah garis kebijakan Presiden Joko Widodo adalah sumber ekonomi, sumber pariwisata karena Bali adalah destinasi atau tujuan wisata nomor 1 terus dikembangkan.

Baca juga:  Pengembangan Desa Wisata di Badung Cenderung “Copy Paste”

Bank Indonesia masuk ke Desa Tampaksiring untuk meniti jalan dengan memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Programnya ada klaster pangan yaitu padi di Subak Pulagan. Jika produksi bagus, harganya akan menjadi mahal, maka rakyat akan sejahtera.

Selain itu juga ada program UMKM binaan. BI memiliki 898 UMKM binaan di seluruh Indonesia. Setiap tahun, produk UMKM tersebut dipamerkan di Karya Kreatif Indonesia (KKI).

Saat berkunjung ke Desa Wisata Tampaksiring, Perry juga mencoba kopi dari Kintamani. Ia kemudian merekamnya dan mempromosikannya agar masyarakat membeli kopi dari Bali, khususnya kopi Kintamani.

Wakil Bupati Gianyar AA Gde Mayun mengatakan, keberadaan tempat wisata di Gianyar mempunyai arti yang sangat penting bagi Bali dan Kabupaten Gianyar. Berbagai potensi yang dimiliki selama ini telah mampu menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung, sehingga Gianyar, Bali dikenal dengan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Keberadaan Tampaksiring dikatakannya mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan pariwisata di Gianyar. Selain itu, Tampaksiring juga sangat efektif untuk mempromosikan potensi desa–desa wisata di Gianyar dan memperkenalkan kepada seluruh wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara tentang nilai–nilai budaya Bali yang mencakup kesenian, filsafat, kearifan lokal serta potensi yang dimiliki. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.