Perajin kerang menunggu kunjungan wisatawan untuk melihat dan membeli produknya di Desa Wisata Serangan, Denpasar. Kerajinan hiasan dari kerang ini menjadi salah satu produk UMKM khas Desa Wisata Serangan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Melajunya Desa Wisata Serangan meraih peringkat di tingkat nasional, memacu Dinas Pariwisata Denpasar untuk lebih fokus dalam menggarap desa wisata. Terlebih, kini Denpasar telah memiliki sebanyak enam desa wisata yang tersebar di beberapa wilayah.

Keenam desa wisata itu meliputi Desa Wisata Serangan, Desa Wisata Sanur Kaja, Desa Wisata Sanur Kauh, Desa Wisata Sanur, Desa Wisata Kesiman Kertalangu dan Desa Wisata Penatih.

Baca juga:  Dituntut 10 Bulan, Warga Irlandia Minta Bebas

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, Rabu (30/8) mengatakan untuk Serangan yang baru saja mendapat juara tiga nasional masuk ke dalam desa wisata rintisan. “Rintisan itu dilihat dari higienitas sanitasi seperti toilet, kemudian kunjungan, serta peran serta pemerintah terhadap desa wisata tersebut,” katanya.

Saat ini Serangan masuk dalam masterplan pembangunan kampung kuliner Serangan tahun 2024. Pihaknya mengusulkan Rp23 miliar untuk DAK pembangunan fisik. Sementara untuk konsultan perencana akan diusulkan pada APBD Perubahan 2024.

Baca juga:  Dua Desa Ini Masuk Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia

Tahun 2024 nanti selain DAK fisik, juga ada DAK non fisik berupa pelatihan pengelola, turis information center, dan digital marketing. Ia menyebut, ada tiga hal yang dilakukan terhadap pengembangan Desa Wisata Serangan yakni pertama adalah managemen fisik berupa kontruksi kampung kuliner.

Kemudian ada managemen SDM berupa peningkatan kapasitas building dan ketiga adalah managemen culture sosial untuk mempertahankan heritage dan pesona wisata. Diberitakan sebelumnya, Desa Wisata Serangan meraih predikat III atau Juara III Nasional untuk Kategori Desa Wisata Rintisan Tahun 2023. Pengumuman ini disampaikan pada puncak program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu, 27 Agustus 2023. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Penerapan Perda Desa Wisata Diuji Coba di Desa Bongan
BAGIKAN