Tangkapan layar wisman bersitegang di pancuran Tirta Empul, Gianyar. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sebuah video wisatawan mancanegara (wisman) bersitegang di bawah pancuran suci Pura Tirta Empul, Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar menjadi viral di media sosial (Medsos). Kejadian yang diduga terjadi Selasa (16/1) tersebut dibenarkan Kapolsek Tampaksiring, AKP I Putu Agus Ady Wijaya saat konfirmasi Kamis (18/1).

Ia mengatakan kejadian yang viral di media sosial itu memang benar terjadi. Namun, sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian itu.

Kapolsek Tampaksiring mengungkapkan waktu kejadian ada Bhabinkamtibmas di sana. Permasalahan ini sudah diselesaikan dengan manajemen atau Pengelola Obyek Wisata Pura Tirta Empul Tampaksiring.

Baca juga:  Wisman Meninggal di Bungalow

Polsek Tampaksiring sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola guna mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang. “Kejadian di lingkungan pura adalah tanggung jawab manajemen, karena ada ketentuan dan aturan untuk masuk wilayah Pura Tirta Empul, pengunjung tentunya wajib mengikuti aturan tersebut,” ucapnya.

Objek Wisata Tirta Empul Tampaksiring dikelola Desa Adat Manukaya Let Tampaksiring. Bendesa Adat Manukaya Let, Made Mawi Arnata saat diminta konfirmasi juga membenarkan video viral itu. Diduga ketegangan terjadi karena penyerobotan antrean.

Baca juga:  Reka Ulang Pembunuhan di Pasar Tamblang, Tersangka Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Ia pun mengatakan akan meminta pecalang untuk meningkatkan pengawasan sehingga kejadian yang bisa mengganggu kesucian pura itu tidak terjadi lagi. “Kami memiliki pecalang yang mengatur pengunjung yang melukat, melihat insiden wisatawan yang adu mulut, pecalang kami akan lebih intens mengawasi pengunjung agar mengikuti antrean saat melukat,” tuturnya.

Masyarakat maupun wisatawan yang melukat di Pura Tirta Empul sebenarnya sudah diwajibkan mengikuti aturan tata tertib atau tata krama. Tata tertib ini disampaikan secara lisan maupun tulisan saat memasuki pintu masuk loket pengunjung oleh petugas atau manajemen pengelola objek wisata Tirta Empul.

Baca juga:  Tak Tolerir Wisatawan Lecehkan Budaya Bali, Gubernur Koster Perintahkan Deportasi WNA Berpose Tanpa Busana di Kayu Putih

Salah satu tata tertib yang wajib dipatuhi pengunjung yang melukat wajib menggunakan pakaian adat. Ini termasuk berperilaku baik atau sopan saat mengikuti ritual pelukatan .

Mawi mengakui saat kunjungan membludak, penyerobotan antrean bisa saja terjadi. Hanya saja, petugas di Pura Tirta Empul sudah mengatur dan mengingatkan pengunjung selalu bersabar mengikuti antrean. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *