Siswa SD Negeri 2 Tegalbandeng belajar di areal parkir. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Belasan murid kelas V di SD Negeri 2 Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara terpaksa melakukan kegiatan belajar di luar ruangan. Para siswa ini belajar di ruang kelas darurat atau sementara di areal parkir sekolah beratap asbes.

Sementara bagian dinding yang mengelilingi ruangan, menggunakan korden. Sedangkan siswa kelas I dan II digabung bersama ruangan kelas III dan IV. Masing-masing ruangan disekat sehingga bisa menampung empat kelas

Para siswa ini harus belajar di luar lantaran bangunan untuk ruangan mereka sedang direhab total. Dari tiga unit bangunan yang ada di SD tersebut, salah satu bangunan yakni untuk ruang kelas I, II dan V sedang tahap pembangunan.

Di semester pertama ini kebetulan pembangunan sedang berlangsung. Pengerjaan bangunan ruang kelas ini dikerjakan CV Dewata Jaya Truss. Selain pembangunan bangunan, kontrak pembangunan senilai Rp 610.399.471 itu juga untuk perabot kelas (kursi dan meja).

Pelaksana ditarget selama 90 hari kerja. Dari data yang dihimpun, nilai pengerjaan yang dimenangkan itu turun sekitar 25 persen dari nilai pagu yakni Rp 800 juta.

Baca juga:  Kodim Bangli Rehab 2 Rumah Veteran

Kepala Sekolah SDN 2 Tegal Badeng Timur Ni Gusti Ketut Suratini, Selasa (15/10) mengatakan ruang kelas darurat itu digunakan lantaran adanya pembangunan gedung baru di sekolah. Karena adanya pembangunan ini, sekolah menyesuaikan proses belajar mengajar pada semester I ini agar tetap berjalan.

Khusus untuk kelas VI tidak ada pembagian agar fokus dengan ujian nanti. Menurut Suratini, selama pengerjaan sejak awal hingga pengurugan pondasi belum ada kendala. Hanya saja, para guru harus lebih ekstra mengawasi siswa sehingga lebih aman.

Karena ada pengerjaan dan material di dalam areal sekolah. Pembangunan gedung di sekolah yang memiliki 96 siswa ini harus sudah 24 Desember mendatang. Sekolah juga telah berkoordinasi kepada rekanan supaya memperhatikan keselamatan kerja baik tenaga kerja maupun anak-anak.

Demikian juga diharapkan tanah urug yang penuh debu tidak ditaruh menggunung di depan kantin sekolah. Karena itu sangat mengganggu aktifitas di kantin yang harus bersih. Namun kemarin, material tanah urug itu masih ditaruh di depan kantin. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.