Petugas dari Polres Bangli meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait kematian korban. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang warga di Banjar Paketan, Desa Sukawana, Kintamani, ditemukan tewas membusuk di dalam kamar rumahnya, Kamis (10/10). Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban yang bernama I Nyoman Serangan (60) diduga meninggal akibat mengalami gagal jantung.

Mayat korban pertama kali ditemukan istri korban, Ni Ketut Ciri, sekitar pukul 06.30 Wita. Saat itu saksi hendak mengecek kamar korban karena sudah cukup lama tak menjumpai suaminya. Saat mendatangi suaminya, saksi mencium bau busuk dari dalam kamar.

Oleh karena curiga, Ketut Ciri kemudian memanggil tetangganya Komang Sudarma untuk bersama-sama mengecek ke dalam kamar. Saksi terkejut mendapati korban dalam posisi tengadah dan tubuhnya membengkak. Diduga korban sudah menghembuskan napas terakhir beberapa hari sebelum ditemukan.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dimintai konfirmasinya mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Kintamani II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat korban. Korban mengalami estrimitas atas (kepala membiru). Dari tanda itu diperkirakan korban tewas akibat mengalami gagal jantung. “Diperkirakan korban sudah meninggal tiga hari sebelum ditemukan. Seluruh tubuhnya dalam keadaan bengkak,” katanya.

Baca juga:  Pemotong Kaki Istri Terancam 10 Tahun Penjara

Berdasarkan keterangan istrinya, korban terakhir kali dilihatnya duduk-duduk santai di depan rumahnya pada Senin (7/10) lalu. Saat itu Ketut Ciri tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap suaminya, karena kondisi korban dalam keadaan sehat. Hal itu membuat sang istri melakukan aktivitas seperti biasanya yakni berjualan di depan rumah.

Pada Rabu (9/10), saksi yang tidak tidur sekamar dengan korban, sempat mengecek rumah dengan maksud menghidupkan lampu. Saat dicek, pintu kamar milik korban dalam keadaan terkunci. Saksi mengira korban sedang keluar rumah. Karenanya, Ketut Ciri beristirahat di warung.

Keesokan harinya (10/10) saat hendak melihat kamar korban, saksi curiga setelah mencium bau busuk. Saat dicek, korban yang kesehariannya bekerja sebagai petani ditemukan terbujur kaku dan membusuk. “Pihak keluarga sepakat melakukan prosesi penguburan dan masih menunggu keputusan prajuru adat setempat,” jelas Sulhadi. (Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.