Teras dan sebagian atap RKB SMPN 5 Busungbiu di Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, tertimbun tanah longsor, Kamis (26/9) lalu. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan mulai turun di wilayah Kabupaten Buleleng dan langsung memicu musibah. Bencana tanah longsor terjadi, Kamis (26/9) lalu. Material longsoran menimbun ruang kelas belajar (RKB) SMPN 5 Busungbiu di Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu. Akibatnya, 34 siswa kelas XII-B terpaksa direlokasi ke RKB darurat menggunakan ruang Lab IPA.

Sebelum kejadian, hujan deras melanda wilayah Desa Pucak Sari dan sekitarnya sejak pukul 14.30 hingga 15.00 Wita. Akibat gerusan hujan setelah lama mengering, tanah tinggi yang sudah disender dengan beton di atas tiga lokasi RKB di sekolah setempat tiba-tiba longsor. Tanah dan bongkahan beton tepat menimbun RKB yang ditempati siswa kelas XII-B.

Selain menimbun bagian selasar (teras-red) di depan ruang kelas, benturan saat tanah longsor merusak sebagian atap dan rangka ruang kelas. Beruntung saat kejadian ruang kelas kosong, karena siswa sudah mengakhiri proses belajar mengajar (PBM), sehingga tidak menelan korban jiwa.

Mulai Jumat (27/9), ruang kelas XII-B tidak bisa ditempati karena penuh timbunan tanah. Apalagi hujan kembali turun, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Untuk itu, 34 siswa yang menempati ruang kelas tersebut direlokasi ke ruang Lab IPA, sehingga tetap bisa mengikuti PBM seperti biasa.

Kepala SMPN 5 Busungbiu Made Armada saat dihubungi membenarkan tanah longsor merusak salah satu RKB di sekolahnya. Posisi ruang kelas itu persis di atas bangunan gedung untuk penjaga sekolah. Tanah tebing tinggi sekitar 3,5 meter itu sudah disender permanen. Saat kemarau, tanah tersebut banyak retak.

Baca juga:  Pantai Kuta Darurat Sampah

Diduga karena tanah terlalu lama kering dan ada resapan air, tanah kemudian longsor. “Padahal pertama kali hujan setelah musim kering dan sudah disender. Oleh karena tergerus air, senderannya tidak kuat menyangga sehingga longsor dan menimbun ruang kelas di bawahnya,” katanya.

Pascakejadian itu, pihaknya merelokasi siswa kelas XII-B ke kelas darurat dengan memanfaatkan ruang Lab IPA, sehingga tidak menganggu PBM. Selain itu, pihaknya melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.

Armada berharap pemerintah membantu penanganan darurat untuk membersihkan tanah yang menimbun selasar dan sebagian ruang kelas tersebut. Selain itu, minta penanganan dadurat untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Pasalnya, sisa tanah tebing yang masih utuh sekarang ini rawan tergerus jika turun hujan. “Kami sudah sampaikan dan mudah-mudahan dibantu penanganan darurat,” jelasnya.

Personel BPBD Buleleng bersama Camat Buleleng Gede Putra Aryana dan staf Disdikpora sudah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Rencananya, personel Posko Siaga Bencana, instansi terkait, dan warga sekolah melakukan gotong royong membersihkan tanah yang menimbun ruang kelas XII-B itu.

Untuk mencegah longsor susulan, untuk sementara dilakukan penanganan darurat dengan menguatkan senderan bekas longsor. Selain itu, warga sekolah diingatkan waspada kalau hujan deras agar tidak menempati RKB yang di bawah tanah tinggi tersebut. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.