Nelayan Made Siki (tidak pakai baju) disambut dan disyukuri keluarga serta kerabatnya setelah sampai di daratan dengan selamat. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Nasib apes dialami nelayan Made Siki. Perahunya tenggelam saat pulang dari mencari ikan di perairan selat Lombok, Jumat (27/9). Pria asal Banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya Tengah, Karangasem, ini bisa diselamatkan setelah meski terombang-ambing di tengah laut sekitar dua jam.

Istri korban, Ni Ketut Gari, didampingi putra pertamanya I Gede Suatrika dan puluhan kerabat ditemui ditemui di rumahnya menuturkan, sekitar pukul 03.30 Wita dirinya ikut membantu suaminya mengambil jaring untuk ditaruh di jukung guna mencari ikan di laut. Setengah jam kemudian Siki berangkat melaut.

Gari mengaku curiga dan waswas karena suaminya belum datang hingga pukul 10.00. Sebab, Siki biasanya sudah pulang sekitar pukul 08.00. Ia kemudian minta saudaranya menghubungi suaminya untuk menanyakan kondisinya di tengah laut. Saat ditelepon nyambung dan diangkat, namun Siki mengatakan perahunya tenggelam dalam perjalanan pulang. ”Karena suami bilang begitu, kerabat langsung turun mencari ke tengah laut,” katanya.

Kadus Banjar Dinas Belubuh, Desa Seraya Tengah, I Wayan Suwena, menjelaskan, tiga perahu atau jukung mengangkut warga yang mencari korban ke tengah laut. Jukung pertama dan kedua sama-sama diisi tiga orang. Oleh karena keenam orang itu mengaku belum menemukan korban, maka dikirim sampan ketiga yang ditumpangi tiga orang untuk mencari keberadaan Siki. “Jukung pertama dan kedua akhirnya menemukan keberadaan Siki. Karena sudah ditemukan, jukung terakhir saya minta balik dan sudah sampai di darat,” ujarnya.

Baca juga:  Toko Kain dan Bengkel Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Made Siki menuturkan, dirinya sejatinya mau pulang karena telah selesai menangkap ikan. Hanya, dalam perjalanan tiba-tiba ada ombak besar yang menghantam perahunya hingga terbalik dan tenggelam. Ia terapung sekitar dua jam di tengah laut. “Tangkapan saya banyak, sekitar 2.500 ekor. Karena jukung terbalik, terpaksa saya biarkan lepas,” jelasnya.

Ia sejatinya hendak menelepon keluarga di darat. Namun, karena tidak berisi pulsa, dirinya tidak bisa menghubungi siapa-siapa. “Akhirnya pihak keluarga yang telepon. Setelah saya bilang perahu tenggelam, mereka langsung menjemput,” sebut Siki. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.