DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rangkaian Rakerbin SDM Polri 2019, dilaksanakan Bakti Sosial Operasi Katarak, Selasa (24/9). Operasi katarak ini merupakan hasil kerja sama Polri, Polda Bali, PT Industri dan Jamu Sido Muncul dan Perdami.

Asisten SDM Polri Irjen Pol. Dr. Eko Indro Heri, M.M. saat membuka baksos mengatakan ini kali kedua pihaknya kerjasama dengan Sido Muncul. “Kami ada kegiatan rapat koordinasi dan pembinaan SDM di Bali. Jadi sekalian kami mengadakan baksos operasi katarak. Kami ingin berbagi dengan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan untuk melakukan sesuatu yang diingat, lakukanlah hal yang ekstrem. Sido Muncul sudah membuktikannya.

Perusahaan jamu ini banyak mendukung kegiatan sosial dan apa yang mereka lakukan ini tidak membuat bangkrut, malah makin maju. “Baksos ini wujud kepedulian kami untuk masyarakat yang tidak mampu. Mari kita fokus membangun SDM dari hulu sampai hilir. Faktor kesehatan jadi penentu untuk perbaiki kualitas hidup. Selain itu, baksos ini sinergi Polri, Perdami, dan Sido Muncul,” ujar Irjen Eko.

Wakapolda Bali Brigjen Pol. Wayan Sunarta mewakili Kapolda Bali menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan baksos ini. “Semoga baksos ini bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan pasien katarak didata oleh Bhabinkamtimbas yang ada di seluruh Bali. Pasien kemudian dicek dan diperiksa untuk memastikan mereka bisa dioperasi.

Baca juga:  Donny Kesuma Blusukan ke Pasar Subur

Sementara itu Direktur Sido Muncul
Irwan Hidayat menuturkan Sido Muncul pertama kali melakukan operasi katarak tahun 2011. “Saat itu kami mendapat data ada 2,4 juta orang buta di Indonesia karena katarak. Kami pun tergerak untuk turut membantu. Sampai 2019 ini sudah 52 ribu pasien yang dibantu,” ungkapnya.

Selain itu, perusahaan jamu ini juga menyalurkan dana CSRnya untuk membantu operasi bibir sumbing serta rumah singgah untuk penderita kanker. “Kami lakukan ini supaya bisa berbagi dan berpromosi. Dana CSR kami ada Rp 20 miliar semoga termanfaatkan dengan baik. Masih banyak yang membutuhkan pertolongan dan semoga bisa ditiru perusahaan lain,” ujar Irwan.

Terkait baksos ini, Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Seluruh Indonesia (Perdami) Bali dr. I Wayan Gede Jayanegara, Sp.M(K) mengatakan ini bagian dari pengabdian ke masyarakat. “Kami ingin menuntaskan angka kebutaan akibat katarak. Dengan adanya operasi katarak ini bisa menuntaskan. Ada lebih dari 8 RSUD yang bekerjasama untuk melaksanakan operasi. Pasien dioperasi di RSUD tempat mereka tinggal,” ujarnya.

Kabid Dokkes Polda Bali dr. Nyoman Edi Purnama yang juga ketua panitia Baksos menambahkan tercatat 153 pasien katarak yang dioperasi di RS Bhayangkara, RS Bali Mandara, serta RSUD seluruh Bali. Jumlah itu setelah adanya screening sebanyak 639 pasien. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.