Anggota DPRD Gianyar mengikuti sidang pada Senin (16/9). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Usai pelantikan bulan lalu, belasan anggota legislatif Gianyar berbondong-bondong menggadaikan SK DPRD. Bahkan, ada anggota dewan yang menggunakan SK tersebut sebagai jaminan untuk pinjaman mencapai Rp 1 miliar lebih di bank. Sekretaris Dewan Gianyar I Wayan Artana mengakui hal itu, Senin (16/9).

Artana mengatakan selama ini memang sekwan yang memfasilitasi terkait pinjaman setiap anggota Dewan Gianyar. Sebab, potongan akan langsung dimasukkan dalam strip gaji DPRD Gianyar setiap bulannya. “ Yang jelas kalau ada yang mau pinjam di bank, pasti saya yang tanda tangan selaku kepala kantor,“ jelasnya.

Dibeberkannya, dari 40 wakil rakyat yang duduk di DPRD Gianyar, yang menggunakan SK itu sebagai jaminan pinjaman tidak sampai setengahnya. Mereka yang mengajukan pinjaman dengan SK dominan adalah incumbent. “Tidak sampai setengah dari anggota dewan, ya belasan lah, mereka rata-rata adalah incumbent,“ ujarnya.

Pinjaman DPRD tersebut pada kisaran ratusan juta rupiah. Yang paling tinggi sampai Rp 1 miliar lebih. “ Ada yang sampai Rp 1 miliar, karena batasan pinjaman dengan jaminan SK ini sampai Rp 2 miliar,“ sebutnya. Perlu diketahui DPRD Gianyar mendapat gaji Rp 53 juta lebih per bulan sebelum dipotong uang fraksi atau partai.

Baca juga:  Perijinan Lengkap, Usaha ATV Kuber Bali Adventur Berkontribusi ke Desa Adat

Lantas, digunakan apa saja pinjaman dengan jumlah tersebut, Artana mengatakan beberapa di antaranya dipakai untuk usaha. Ada juga yang digunakan untuk menunjang aktivitas DPRD sehari-hari. “Alasan dari pinjaman ini kebanyakan untuk usaha,“ katanya.

Sementara newcomer DPRD Gianyar hampir seluruhnya tidak ada yang menggunakan SK untuk jaminan pinjaman bank. Menurut Artana, kondisi ini dikarenakan pendatang baru DPRD Gianyar dominan tokoh yang berada. Selain itu, mereka rata-rata memiliki usaha yang tergolong maju, jadi tidak sampai menggunakan SK untuk mencari pinjaman.

Ada juga anggota DPRD yang menabung setiap bulannya. Gajinya dipotong 500 ribu, sehingga setelah lima tahun menjadi Rp 30 juta. “Ada juga DPRD yang menabung, bisa di bank langsung atau yayasan tertentu,“ tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.