WNA korban kapal cepat terbalik dievakuasi dari lokasi kejadian menuju Puskesmas Nusa Penida I. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pantai Devil’s Tear di Banjar Kawan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, terus menjadi momok bagi wisatawan asing. Tempat ini sering memakan korban jiwa. Kapal cepat (fast boat) yang ditumpangi dua wisatawan asing terbalik dihantam gelombang di sekitar tempat ini, Senin (16/9). Mereka berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida II, tetapi nyawanya tak tertolong lagi.

Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya mengatakan, awalnya ada tiga orang di atas kapal cepat Nagasima-Go tersebut. Mereka adalah Kapten Suandak (35) bersama Caval Heir O Biron (48) asal Brazil, dan Victor Johannes Allers (43) dari Afrika Selatan. Keduanya menginap sementara di Villa D’Nusa kamar 111, Banjar Kaja Desa Jungutbatu, Nusa Penida.

Sekitar pukul 09.00 Wita, Nagasima-Go berangkat dari Pantai Jungutbatu untuk melakukan kegiatan tour island mengelilingi Pulau Lembongan. Saat tiba di perairan Devil’s Tear, tiba-tiba kapal cepat ini terhenti. Tidak lama berselang diterjang gelombang tinggi, sehingga kapal terbalik. Karena panik, kapten dan kedua penumpang mencebur ke laut.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Tingkatkan Pengamanan

“Saat itu kaptennya berenang menuju tebing kemudian dibantu warga sekitar diangkat ke atas tebing menggunakan tangga tali. Namun, kedua penumpang WNA terus dihantam ombak, kehabisan napas, kemudian hanyut terbawa arus,” kata Sanjaya.

Beberapa saat berselang lewat kapal cepat lain sekaligus membantu kedua korban yang sudah tidak sadarkan diri dalam posisi telungkup. Setelah diangkat ke kapal, korban dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis setempat, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. ”Kapten boat masih dalam perawatan di East Medical Care Lembongan. Kerugian materiil diperkirakan Rp 200 juta,” tegasnya.

Kepala Pos Balawista Nusa Penida-Nusa Lembongan, Kadek Winaya, menambahkan, kapal cepat tersebut hendak mengantarkan turis untuk snorkeling. Dia menduga mesin kapal mati di tengah laut dan terbalik setelah diterjang gelombang. Proses evakuasi oleh petugas cukup sulit karena terkendala ombak besar yang mencapai lebih dari tiga meter. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.