GrabFood mengembangkan GrabKitchen. Saat ini sudah memiliki 10 gerai dan hingga akhir tahun ditargetkan terealisasi sebanyak 50 outlet. (BP/istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – GrabFood, layanan pesan-antar makanan mengembangkan cloud kitchen yang dinamakan “GrabKitchen.” Menurut President Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, rencana pengembangan jaringan GrabKitchen ini menyusul pertumbuhan pesat
bisnis GrabFood pada semester pertama 2019.

Ia mengungkapkan nilai penjualan kotor (GMV) GrabFood telah tumbuh tiga kali lipat pada semester pertama 2019, menjadikan GrabFood siap menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ini. Ekspansi signifikan GrabFood di Indonesia juga didukung oleh pertumbuhan signifikan bisnis GrabFood di berbagai kota di Indonesia, termasuk
Surabaya, Medan, dan Bandung.

Nilai penjualan kotornya tumbuh empat kali lipat, didorong penerapan strategi hyperlocal. Pertumbuhan pesat GrabFood juga dicapai berkat adanya kerja sama dengan restoran cepat saji dan kedai makanan lokal favorit masyarakat. Jumlah merchant pada platform GrabFood tumbuh dua kali lipat sejak awal tahun ini, menyediakan lebih banyak pilihan santapan bagi pelanggan. “GrabFood merupakan pilar utama pertumbuhan Grab di Indonesia dan kami sangat senang mengumumkan bahwa kami segera menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di
Indonesia pada akhir kuartal ini,” ujarnya dalam rilis yang diterima Jumat (13/9).

Baca juga:  Kurangi Timbulan, Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar

Terkait GrabKitchen, GrabFood memperkenalkan konsep cloud kitchen ke masyarakat Indonesia melalui proyek pilot GrabKitchen pada September 2018. GrabKitchen kemudian secara resmi diluncurkan pada April 2019.

Hanya dengan waktu enam bulan, GrabFood telah meluncurkan 10 GrabKitchen, termasuk satu GrabKitchen di Bandung, yang menjadi lokasi pertama di luar Jakarta. Terbaru adalah GrabKitchen ke-10 yang berlokasi di Capital Place Jakarta, yang menjadi GrabKitchen pertama dengan pilihan santap di tempat.

GrabKitchen merupakan sebuah cloud kitchen yang menyatukan berbagai merchant makanan dan minuman (F&B) dalam sebuah fasilitas pusat untuk menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu dengan memanfaatkan data untuk
mengidentifikasi dan memetakan kesenjangan permintaan pelanggan. Lewat GrabKitchen,
mitra merchant dapat mendorong pertumbuhan bisnis mereka dengan biaya dan risiko yang
rendah dan mengembangkan bisnis di wilayah-wilayah baru.

Sai Alluri, Head of GrabKitchen mengatakan pihaknya bangga dapat menjadi pelopor transformasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia. “Kami siap melayani pelanggan
dan mitra merchant kami dengan lebih dari 50 GrabKitchen di seluruh Indonesia pada akhir
tahun ini,” sebutnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.