Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – PLN memindahkan mobile power plant (MPP) atau marine vessel power plant dari Lombok ke Bali. Pemindahan ini bertujuan untuk menambah pasokan daya listrik di Bali sebelum Jawa Bali Crossing (JBC) selesai dikerjakan.

“Untuk memenuhi kebutuhan listrik, PLN akan memindahkan mobile power plant Lombok ke Bali atau Marine Vessel Power Plant dari Kupang,” kata Nyoman Suwarjoni Astawa, General Manager PLN Unit Distribusi (UID) Bali.

Pemindahan MPP ini untuk mencegah pemadaman jika salah satu pemasok tenaga listrik yaitu pembangkit di Celukan Bawang keluar dari sistem jaringan. “MPP bukan untuk Bali mandiri energy tapi untuk menambah daya sebelum JBC jadi,” tandasnya saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali, Jumat (30/8).

MPP ini dikatakan menggunakan bahan bakar gas. Rencananya pemindahan dilakukan menunggu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Lombok selesai. PLTU ini diestimasikan selesai pada Juni 2020.

Untuk memperkuat sistem kelistrikan di Bali selanjutnya, pembangunan transmisi Jawa Bali Connection (JBC) dapat menjadi solusi. Dengan adanya JBC, Bali akan mendapatkan pasokan daya hingga 2.000 MW. “Kami targetkan tahun 2024 sudah dapat beroperasi,” jelas Astawa.

Baca juga:  Lebaran, PLN Bali Jamin Pasokan Listrik Aman

Dari sisi pembangkit, Direktur Operasi II PT Indonesia Power Bambang Anggono menyampaikan bahwa ketersediaan energi primer untuk kebutuhan pembangkit listrik di Bali saat ini sudah terpenuhi. Selain itu, Bambang juga telah menyiapkan skema operasional pembangkit jika beban listrik di Bali meningkat agar listrik di Bali tetap aman.

Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBTBN) PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso menjelaskan, PLN bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan rencana yaitu ke depan Bali akan dipasok dengan energi bersih. “Kami akan optimalkan energi gas dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” ucap Iwan.

Hal tersebut sesuai dengan isi perjanjian kerjasama antara PLN dengan Gubernur Bali Wayan Koster mengenai penguatan ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali yang telah ditandatangani pada 20 Agustus 2019. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.