Pembentangan kain merah-putih sepanjang 1.945 meter di area persawahan DTW Jatiluwih memecahkan rekor Muri. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Kain merah-putih sepanjang 1.945 meter membentang sepanjang areal persawahan di DTW Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Rabu (14/8). Pembentangan kain merah-putih yang diprakarsai oleh Polda Bali dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74 ini memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) dalam hal pembentangan kain merah-putih terpanjang di hamparan persawahan.

Akan tetapi kegiatan ini tidak bertujuan memecahkan rekor Muri, melainkan menegaskan bahwa hanya bendera Merah-Putih yang pantas dan satu-satunya boleh berkibar di bumi Indonesia.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam kesempatan tersebut mengatakan, Bali adalah garda terdepan atau wajah Indonesia. Dari Bali biasanya disuarakan soal perdamaian dan toleransi. Maka dari Bali pula disuarakan mengenai empat konsensus dasar bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Kegiatan pembentangan kain merah-putih di areal persawahan DTW Jatiluwih, lanjut Golose, tidak semata-mata untuk memecahkan rekor Muri tetapi ada yang lebih penting daripada itu. Lewat kegiatan ini disuarakan bahwa tidak ada bendera lain yang boleh berkibar di negara Indonesia selain Merah-Putih, tidak boleh ada ideologi lain selain Pancasila, tidak boleh ada sumber hukum lain selain UUD 1945, dan tidak boleh ada bentuk negara lain selain NKRI.

Baca juga:  Ini, Pengurus DPP PDIP Periode 2019-2024

”Jika ada yang berusaha mengubah itu, akan berhadapan dengan rakyat Indonesia, TNI, dan Polri,” tegas Golose. Lewat kegiatan ini diharapkan bisa memberikan panutan kepada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa dalam mempertahankan dan menegakkan empat konsensus dasar bangsa Indonesia.

Pembentangan kain merah-putih di areal persawahan DTW Jatiluwih melibatkan 1.700 personel Polri, delapan orang tokoh agama, dan 45 personel TNI yang menandakan tanggal Hari Kemerdekaan NKRI. ”Kegiatan ini melibatkan Polri, tokoh agama, dan TNI yang mengartikan simbol perdamaian dan menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia dengan kultur dan budaya yang dimilikinya,” ungkap Golose.

Dipilihnya DTW Jatiluwih sebagai tempat kegiatan karena merupakan daerah wisata dengan hamparan sawah terasering yang melambangkan kemakmuran. Terlebih DTW Jatiluwih adalah Warisan Budaya Dunia (WBD) yang dimiliki bangsa Indonesia. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.