Petir
Ilustrasi. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Suasana rumah kost di Jalan Kartini Gg. 2 No. 7, Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung mendadak heboh, Jumat (2/8). Salah seorang penghuni kost bernama Didin Alfat (40) asal Garut, Jawa Barat ditemukan meninggal di kamarnya.

Belum jelas apa yang menyebabkan korban meninggal. Namun sebelum meninggal, pedagang bendera musiman ini sempat pesta miras jenis arak bersama rekan-rekannya.

Kapolsek Klungkung, Kompol Wayan Sarjana ketika dikonfirmasi mengakui adanya kejadian tersebut. Menurut Kapolsek, korban pertama kali ditemukan terbujur kaku tidak bernyawa oleh rekannya sendiri yang juga pedagang bendera musiman bernama Agus (35) asal sama sekitar pukul 07.00 wita.

Kejadiannya berawal ketika korban bersama empat rekannya, yakni Ujang (34), Agus (35), Benny (30), dan Rai (29) datang ke Bali pada Senin (29/7) untuk menjual bendera. Kebetulan korban bersama rekan-rekannnya merupakan pedagang bendera musiman yang kerap berjualan bendera setiap menjelang hari Kemerdekaan RI.

Hampir setiap tahun mereka datang ke Klungkung berjualan bendera dan ngekos bersama di sebuah rumah kontrakan milik Ida Bagus Gede Ciko Anumana di Jalan Kartini GG 2 Nomer 7. “Setiap tahun korban (Didin Alfat–red) ini memang berjualan bendera di Klungkung, bersama rekan-rekannya dari Garut. Selama menjual bendera, mereka juga langganan tinggal di rumah kost, di Gang II Jalan Kartini tersebut,” ujar Sarjana.

Baca juga:  Nyalip, Mahasiswa Tewas Tabrak Mobil

Namun setelah tiba di Klungkung, Didin Alfat diketahui kerap mengeluh sakit kepala. Rekan-rekanya yang diajak tinggal satu kos pun sering melihat dia minum obat penghilang sakit kepala.

Nah, setelah tiga hari berjualan bendera di Klungkung, korban bersama rekan-rekannya membeli sebotol miras jenis arak di seputaran Galiran, pada Kamis (1/8) malam. Korban kemudian minum bersama hingga pukul 20.40 wita.

Setelah pesta miras korban kemudian kembali ke kamar untuk beristirahat. Sedangkan rekannya yang lain melanjutkan minum arak yang dicampur dengan teh tersebut.

Keesokan harinya sekitar pukul 06.30 Wita, Didin Alfat ternyata tidak kunjung bangun dari tidurnya. Curiga terjadi sesuatu, rekan-rekannya kemudian terus berusaha membangunkanya.

Namun Didin tetap terbujur kaku, bahkan badannya sudah dingin. Khawatir terjadi sesuatu, rekan-rekannya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemilik rumah kos, untuk selanjutnya diteruskan ke polisi.

Kebetulan lokasi korban kos berada dekat dengan Mapolres Klungkung. “Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelas Sarjana.

Namun berdasarkan keterangan rekan-rekannya, Didi kerap mengeluh sakit kepala. Sementara itu, ibu di kampung halamannya juga sakit. “Informasi rekannya seperti itu. Jenasahnya sudah dibawa ke rumah sakit dan tinggal menunggu untuk dibawa ke kampung halamannya di Garut,” tandasnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.