MANGUPURA, BALIPOST.com – Pascagempa pada 16 Juli, keretakan gedung SDN 1 Ungasan yang cukup parah, memang membahayakan. Apalagi digunakan untuk proses belajar mengajar (PBM).

Untuk itu, demi keamanan, bangunan yang sudah ada sejak 1934 ini harus segera dilakukan Renovasi. Kadisdikpora Badung, Ketut Widia Astika, Kamis (25/7) mengatakan, pascakejadian, pihaknya langsung mengerahkan tim dari Sarana dan Prasarana untuk menganalisa kerusakan gedung sebelum dipergunakan lagi.

Hasil analisa dan evaluasi itu, ternyata sekolah dasar yang berdiri sejak 1934 itu mengalami keretakan yang tergolong membahayakan. “Hasilnya memang sekolah itu ada yang perlu direnovasi,” katanya.

Mengacu akan kondisi tersebut, pihaknya menyarankan Kepala Sekolah agar sementara waktu meniadakan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Sambil menunggu renovasi dilakukan, agar PBM bisa berjalan disarankan meminjam gedung di sekolah lain. “Agar PBM bisa tetap berlangsung dan mengantisipasi keterlambatan mata pelajaran para siswa yang jumlahnya 317 orang, diharapkan agar memanfaatkan gedung sekolah lain sekitar di sekitar sekolah tersebut,” pungkasnya.

Baca juga:  Gempa Tremor Non Harmonik Kembali Muncul, Jika Berlanjut Tanda Erupsi

Rencana renovasi gedung SDN 1 Ungasan akibat gempa tersebut memang belum diketahui kapan dilakukan. Kepala sekolah SDN I Ungasan, Ni Made Asri juga mengaku belum mengetahui secara pasti dan belum ada pembicaraan terkait langkah ke sana.

Karenanya saat ini pihaknya belum berani menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan sekolah. Untuk saat ini ssiswa masih diliburkan semua dulu. Hal ini juga terkait kalender sekolah yang masih libur karena Hari Raya Galungan. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.