kintamani
Ilustrasi. (BP/dok)

TOKYO, BALIPOST.com –  Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Selasa (9/12) menyampaikan bahwa 30 orang terluka akibat gempa bermagnitudo 7,5 yang mengguncang wilayah timur laut Jepang pada malam sebelumnya.

Ia memperingatkan kemungkinan munculnya gempa serupa atau bahkan lebih kuat di sepanjang pesisir Pasifik. Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa terjadi pada Senin (8/12) pukul 23.15 waktu setempat di lepas pantai Pasifik Prefektur Aomori pada kedalaman 54 kilometer.

Baca juga:  Garuda Muda Tantang Raksasa Asia di Grup B Piala Asia U-17 2026

Dikutip dari Kantor Berita Antara, badan meteorologi Jepang mengingatkan potensi gempa dengan magnitudo serupa atau lebih besar di wilayah yang sama dalam beberapa hari mendatang.

Peringatan khusus itu menjadi yang pertama bagi pesisir Hokkaido dan pantai Sanriku, kawasan yang membentang dari Aomori hingga Iwate dan Prefektur Miyagi.

Kantor Kabinet meminta masyarakat untuk tetap dalam kondisi waspada setidaknya selama satu minggu, termasuk menyiapkan perlengkapan darurat guna memudahkan evakuasi bila diperlukan.

Baca juga:  BPBD Karangasem Latih 409 Siswa SLUA Saraswati Selat Hadapi Gempa

Gempa tersebut terjadi di sepanjang palung di lepas pantai Hokkaido dan timur laut Jepang, wilayah yang selama ini diwaspadai pemerintah sebagai sumber potensi gempa besar akibat pergerakan Lempeng Pasifik yang menunjam ke bawah Pulau Honshu.

Badan Meteorologi Jepang merevisi magnitudo dari laporan awal 7,2 dan mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi ketinggian hingga tiga meter.

Namun, tsunami tertinggi yang tercatat hanya sekitar 70 sentimeter di Iwate. Tiga setengah jam setelah gempa, peringatan tsunami diturunkan menjadi peringatan waspada, dan seluruh peringatan dicabut pada Selasa pukul 06.20 waktu setempat.

Baca juga:  Dampak Gempa di Malang Didata, Sejumlah Kecamatan Laporkan Kerusakan

Gempa itu tercatat mencapai intensitas 6 atas pada skala intensitas seismik Jepang, yang memiliki maksimum 7, di beberapa bagian Aomori. Getaran akibat gempa itu terasa hingga pusat Tokyo. (kmb/balipost)

BAGIKAN