Petugas bersama warga mengamankan mayat bayi laki-laki yang ditemukan di jalan wilayah Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut. (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Warga di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, digegerkan dengan sesosok mayat bayi yang ditemukan tergeletak di tengah jalan wilayah desa setempat saat hari raya Galungan, Rabu (24/7). Mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. Saat ini kasus penemuan mayat bayi itu masih dalam penanganan aparat Polsek Susut.

Informasi yang dihimpun Rabu siang menyebutkan, mayat bayi yang masih ada tali pusarnya itu pertama kali ditemukan oleh saksi Ni Wayan Kartini, warga desa setempat sekitar pukul 11.30 Wita. Saat itu saksi hendak melaksanakan persembahyangan dalam rangka Galungan. Saat melintas di jalan lingkungan Banjar Lumbuan, saksi melihat sesosok bayi yang terlentang di tengah jalan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Saksi kemudian memberitahukan hal itu kepada suaminya I Wayan Suweta yang selanjutnya disampaikan ke I Putu Widiyuta, anggota Polres Bangli. Oleh I Putu Widiyuta, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Susut guna penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  Sempat Berpolemik, Jalan Pulau Bali Ditata RSUP Sanglah

Kapolsek Susut AKP I Made Ariawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Lokasi penemuan mayat bayi sudah dipasangi police line. Pihaknya juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi malang tersebut.

Dijelaskannya, saat ditemukan, posisi bayi terlentang di tengah jalan dengan kepala menghadap ke timur dan sudah dalam keadaan meninggal. Tidak ada sehelai kain yang membungkus tubuh bayi tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab meninggalnya mayi mungil tersebut. Untuk memastikannya, mayat bayi dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar, untuk dilakukan otopsi.

Di sisi lain, untuk mengungkap pelaku, pihaknya kini masih melakukan upaya lidik ke tempat-tempat paramedis persalinan dan melakukan pengecekan ke desa-desa terkait keberadaan ibu hamil sebelumnya. “Kami juga melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi,” imbuh Ariawan. (Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.