Gundukan sampah di TPA Mandung, Kecamatan Kerambitan. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Pascahari raya keagamaan, volume sampah yang masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diprediksi meningkat. Jika setiap harinya sampah yang dibawa ke TPA Mandung, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, sekitar 225 meter kubik, setelah Galungan dan Kuningan, volume diprediksi bisa mencapai 300 meter kubik. Setidaknya diperlukan waktu seminggu untuk proses pengangkutan sampah ke TPA hingga tuntas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan I Made Subagia ketika dikonfirmasi mengakui volume sampah akan meningkat tajam setelah Galungan. Sampah berupa bekas upakara dan sampah lainnya bisa mencapai 300 meter kubik per hari. Sementara pada hari biasa volume sampah mencapai 225 meter kubik per hari. “Dari pengalaman sebelumnya, volume sampah akan meningkat tajam mencapai  300 meter kubik per hari. Meningkat jauh daripada hari biasa,” ungkapnya, Minggu (21/7).

Besarnya volume sampah tersebut memerlukan usaha keras untuk bisa menuntaskan pengangkutan ke TPA. Dibutuhkan waktu seminggu untuk menuntaskan seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat saat Galungan. Hal itu dilakukan dengan jumlah armada yang ada serta personel yang disiagakan. Tidak boleh ada lembur karena tidak ada anggaran untuk itu. “Kami permaklumkan, butuh waktu seminggu untuk menuntaskan seluruh sampah yang ada dan diangkut ke TPA,” sebutnya.

Baca juga:  Patah As Pendek, Sopir Truk Tewas Tergencet

Terkait kondisi itu, pihaknya akan berkirim surat ke desa-desa yang mendapat pelayanan pengangkutan sampah. Surat tersebut untuk memberitahukan kepada warga agar bersabar karena waktu pengangkutan sampah yang volumenya meningkat tajam membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya. Pasalnya, selain volume sampah meningkat, jumlah armada dan personel yang ada tetap seperti semula.

Selain itu, Subagia menghimbau masyarakat untuk membungkus sampah dengan karung plastik agar tidak berserakan karena pengangkutannya agak lama. Untuk mempercepat pengangkutan, pihaknya juga akan memakai truk yang volumenya lebih banyak sehingga tumpukan sampah bisa dituntaskan lebih cepat. (Dewi Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.