Salah satu karyawan PDNKK sedang bekerja. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) kembali menjadi sorotan. Nasib perusda plat merah ini sedang terpuruk, apakah tetap dihidupkan atau dipailitkan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (15/7), mengatakan PDNKK akan segera diaudit eksternal.

Audit dilakukan untuk memastikan kondisi riil di dalamnya, termasuk aset yang selama ini dikelola karena cukup banyak hingga ke Jakarta. Bupati Suwirta sejak menjadi bupati mengakui sempat berjanji untuk menghidupkannya lagi. Sempat hidup lagi, tetapi akhirnya mati lagi.

Bupati menilai OPD tidak kompak, khususnya untuk mencari barang perlengkapan kantor di sana, sebagai upaya untuk menghidupkannya lagi. “PDNKK sudah tidak relevan dengan PP, sehingga sempat dibekukan dulu. Akan diaudit dulu, karena ada banyak aset tak jelas. Saya sampai kejar ke Jakarta. Bahkan, permasalahan aset ini sampai di Polres Klungkung. Apakah akan ada penajaman lebih lanjut di Polres, kami tunggu saja,” tegasnya.

Selama upaya menghidupkan kembali PDNKK ini, PDNKK sempat bekerja sama dengan Koppas Srinadi. Namun, jalinan kerja sama itu dikatakan menimbulkan sentimen negatif terhadap dirinya, karena ada pandangan Bupati Suwirta mengambil keuntungan dari kerjasama itu, karena dulu Bupati Suwirta besar di Koppas Srinadi. “PDNKK itu sesungguhnya lumbung (pendapatan) kita, kenapa bisa mati?, ini harus dihidupkan lagi, dengan unit percetakannya dan unit usaha lain yang relevan dengan situasi sekarang. Jangan pernah berpikir, bupati ada kepentingan pribadi disini. Tetapi, jelas harus diaudit dulu,” tegasnya.

Baca juga:  Lomba Tingkat Provinsi, Bunda Paud Klungkung Dinilai

Dewan sejak dulu menginginkan agar PDNKK ini dipailitkan. Sebab, pengelolaannya sudah tidak bermanfaat bagi daerah. Menurut legislator Komang Suantara, dengan status failit ini, maka pemerintah daerah bisa menarik kembali seluruh aset yang dikelolanya. Meminta pemerintah daerah serius menyelesaikan persoalan PDNKK ini.

Jangan sampai hanya mengurus PDNKK hanyalah sebuah komitmen tanpa hasil. “Bila tidak ada keseriusan dalam membangkitkan PDNKK, dewan jangan ikut alur. Jangan mau dininabobokan. Jangan ikut alur cerita PDNKK yang selalu tanpa ending. Berdasarkan apa, PNDKK ini akan dibangkitkan lagi. Ini harus jelas,” tegasnya.

Legislator lainnya, Sang Nyoman Putra Yasa, menambahkan OPD harus punya misi yang sama menghidupkan PDNKK ini. OPD harus kompak untuk mengikuti prinsip bupati yang berkeinginan agar PDNKK ini bangkit lagi.

Seluruh aset yang selama ini dikelola juga harus jelas seperti apa nasibnya sekarang. Demikian juga mengenai laporan keuangan dan rencana eksekutif berikutnya seperti apa. Sehingga, ada target yang jelas mengenai nasib PDNKK ke depan. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.