danau batur
Suasana di Danau Batur Kintamani. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Rencana Pemkab Bangli membangun danau buatan di wilayah Kintamani tahun ini disoroti Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma. Pasalnya hingga memasuki bulan ketujuh, pembangunan danau buatan yang telah dianggarkan sebesar Rp 15 miliar itu tak kunjung dikerjakan.

Jika kegiatan tersebut gagal tereksekusi tahun ini, Basma meminta Bupati melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUPRPerkim). Diwawancara Rabu (3/7), Basma mengaku heran sekaligus kecewa dengan lambatnya OPD terkait mengeksekusi kegiatan pembangunan danau buatan.

Padahal kegiatan tersebut sudah lama dirancang dan biayanya telah dianggarkan dalam APBD 2019. “Kalau begini terus kapan daerah bisa maju? Kegiatan itu kan sudah lama dijanjikan, dan sudah dianggarkan. Sampai Juli ini belum juga dikerjakan. Kalau tidak segera dieksekusi dipastikan proyek besar itu tidak akan dapat waktu,” terangnya.

Basma mengungkapkan belum lama ini dirinya sudah sempat menanyakan langsung ke Kadis PUPRPerkim tentang pengerjaan proyek danau buatan yang rencananya akan dibangun di Desa Abang Batudinding tersebut. Namun ia tak mendapat jawaban memuaskan. “Jawabannya sudah. Tapi entah sudah apa yang dimaksud, tidak jelas,” ujarnya.

Menurut politisi Golkar ini, jika memang Dinas PUPRPerkim menemui kendala dalam pelaksanaan pembangunan danau buatan itu, semestinya disampaikan ke masyarakat. Sehingga jelas, dan tidak membuat masyarakat terus bertanya-tanya mengenai realisasi pembangunan danau tersebut. “Selama ini di masyarakat rencana ini sudah sering ditanyakan,” ungkapnya.

Baca juga:  Lama Tak Dimanfaatkan untuk Pementasan Seni, Sasana Budaya Diminta Diperbaiki

Mengingat, keberadaan danau buatan tersebut sangat diperlukan sebagai solusi mengatasi meluapnya air Danau Batur sekaligus mengatasi kesulitan air yang selama ini dihadapi masyarakat di beberapa desa. Basma pun berharap besar kegiatan pembangunan danau buatan itu bisa direalisasikan Pemkab Bangli tahun ini.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Wayan Lawe menjelaskan saat ini review DED danau buatan sudah selesai. Rencananya dalam waktu dekat, DED itu akan disosialisasikan terlebih dulu ke masyarakat Desa Abang Batudinding.

Dalam sosialisasi itu, akan disampaikan juga masalah beban biaya listrik untuk pengoperasian pengangkatan air dari Danau Batur ke danau buatan. “Masalah biaya listrik biar diketahui masyarakat. Berapa penghabisannya satu bulan. Minggu ini kami akan sosialisasi,” katanya.

Disinggung mengenai kapan proyek pembangunan danau batur mulai dikerjakan, Lawe tak bisa memastikannya. Ia mengatakan hingga saat ini kegiatan pembangunan danau buatan itu belum masuk ke unit layanan pengadaan (ULP). (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.