MANGUPURA, BALIPOST.com – Mantan Ketua DPRD Badung periode 2004-2009, I Gede Adnyana berpulang. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di RSUP Sanglah, Senin (22/4).

Salah satu sesepuh Partai PDI Perjuangan ini menyusul menyusul mendiang istri, Ni Made Supadmi yang baru meninggal Februari 2019. Nyoman Gede Arjuna (63) adik almarhum mengatakan, almarhum sempat dilarikan ke RSD Mangusada pada Januari, lantaran dinyatakan mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung.

Bahkan, sempat hendak dipasangi ring pada jantung, namun tidak bisa. “Karena ingin segera sembuh dan bisa beraktivitas sebagai tenaga ahli, almarhum pun dioperasi di RSUP Sanglah pada 4 April lalu. Operasi berjalan lancar. Pukul 15.00 keluar dari ruang operasi dan kondisinya dinyatakan normal,” tutur Gede Arjuna, Rabu (24/4).

Lanjut Gede Arjuna menuturkan sekitar pukul 20.00 Wita, keluarga dipanggil lagi oleh dokter dan dinyatakan ada pendarahan. Awalnya dikira pembuluh darah yang dioperasi bocor, namun setelah dicek ternyata bukan. “Ada pembuluh darah yang lebih kecil yang mengalami pendarahan. Setelah ditangani, akhirnya bisa teratasi. Itu sekitar jam 3 pagi,” katanya.

Menurutnya, pada 10 April kondisi almarhum yang masih dirawat di ruang ICU menurun. Ternyata didiagnosa paru-paru bermasalah karena ada bakteri.

Namun pada 16 April, kondisinya mulai pulih dan sempat hendak dipindah ke ruang perawatan. Karena masih terdapat gangguan pasien urung dipindahkan.

Ternyata pada 20 April kondisi kakek lima cucu itu kembali menurun. Pada 22 April, keluarga pun dipanggil untuk ke rumah sakit.

Bahkan, keluarga juga sempat menggunakan jasa paranormal untuk mengecek kondisi almarhum. “Rencananya dokter akan merapatkan pada 23 April. Namun 22 April itu kami sudah sangat khawatir dan terus berdoa. Akhirnya jam 15.55 Wita, kakak sudah meninggal,” ucapnya.

Baca juga:  Hasil Otopsi Sagog yang Tewas di Mobil, Ternyata Ini Penyebab Kematiannya

Arjuna mengenang almarhum sebagai sosok yang low profile. Tak banyak mengeluh dan pekerja keras.

Sepak terjang Adnyana cukup membekas di Kabupaten Badung. Ketokohannya mewarisi almarhum sang Ayah, I Made Warta yang sempat menduduki kursi Ketua Partai Nasionalis Indonesia (PNI) Badung utara. Adnyana memulai kiprahnya saat bergabung dalam Gerakan Siswa Nasionalis Indonesia (GSNI).

Selanjutnya ia sempat menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Kabupaten Badung 1977-1982 dan 1982-1996. Karir politik Adnyana berbuah manis. Ia kemudian menjadi anggota Komisi A parlemen Badung pada 1999-2004 dengan partai PDI Perjuangan.

Bak naik tangga, pada 2004-2009 mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu menduduki posisi Ketua DPRD Badung. Terakhir, almarhum sempat duduk sebagai Staf Ahli DPRD Badung 2009-2014.

Sempat istirahat, ia kembali ditarik menjadi tenaga ahli tenaga ahli fraksi PDI Perjuangan Badung tahun ini. Bahkan saat meninggal, Surat Keputusan untuk menjadikan tenaga ahli almarhum baru saja turun.

Almarhum merupakan anak sulung dari delapan bersaudara. Ia terlahir dari pasangan almarhum Made Warta dan Ni Made Suwarni.

Almarhum meninggalkan tiga orang anak, yakni Kadek Edi Setiawan, 44, Komang Ari Setyawati, 42, dan Ketut Tuti Kusumayanti, 37. Menurut rencana, Kamis (25/4) hari ini jenazah akan dipulangkan dari RSUP Sanglah. Selanjutnya 26 April mendatang nyiramin dan ngaskara, 28 pangabenan dan 4 Mei mamukur. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.