Suasana di ACJN Rambut Siwi. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejak selesai dibangun setahun lalu, Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi belum dimanfaatkan dengan maksimal. Bahkan ACJN kini terkesan terbengkalai.

Proyek pembangunan ACJN ini merupakan proyek dari pusat dengan anggaran Rp 67 miliar. pembangunan ACJN dari pusat ini dilakukan multiyears oleh PT Nindya Karya Wilayah VII sejak Oktober 2016.

Dari pengamatan Senin (22/4), pintu masuk sebelah selatan nampak sampah berserakan. Kemudian rumput tampak tinggi. Kolam yang di atasnya ada patung juga tampak kotor dan berlumut.

Masuk ke dalam gedung, sejumlah fasilitas sudah terlihat rusak. Dari bawah terlihat plafon di lantai dua juga sudah jebol. Pengerjaan anjungan cerdas ini rampung lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan.

Amphitheater di bagian timur juga terlihat kotor. Ruangan di belakang panggung tampak penuh dengan kotoran kutu busuk yang berwarna hitam sehingga baunya menyengat.

Di sela-sela tempat duduk yang dibuat setengah lingkaran di lokasi amphitheater juga kini ditumbuhi rerumputan cukup panjang. Meskipun sudah kelar dibangun dan jalan di depan ACJN sudah diperlebar, namun akses masuk ke lokasi tersebut masih tertutup.

Areal tersebut belum bisa dimasuki kendaraan maupun orang. Justru belakangan, pelebaran jalan di depan ACJN dimanfaatkan untuk parkir truk-truk.

Truk-truk kerap berderet untuk parkir. Beberapa di antaranya tidak ada sopir atau kernet, artinya truk memang sengaja ditinggal parkir di sana. Sehingga terkesan di lokasi tersebut hanya untuk tempat parkir truk. Padahal dari rencana fungsinya lebih luas.

Baca juga:  Dermaga Gunaksa Terbengkalai Usai Telan Dana Ratusan Miliar, Komitmen Pemda Dipertanyakan

Adanya bangunan yang tidak pernah dioperasikan ini juga sering mengundang pertanyaan warga yang melintas. Sejatinya difungsikan untuk apa bangunan-bangunan tersebut. Sebab sudah hampir setahun lebih bangunan tersebut tak pernah digunakan ataupun akses masuk dibuka. Bahkan belakangan lokasi tersebut dijadikan ajang tuk pacaran oleh anak-anak muda.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Darwin dikonfirmasi mengatakan kalau ACJN belum sepenuhnya diserahkan terimakan oleh pihak pusat ke Pemkab Jembrana. Terkait pelebaran jalan, memang dilakukan selain untuk tempat parkir juga penanganan banjir yang sering terjadi.

Sementara itu dari informasi, izin pemanfaatan Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi dari Kementrian PUPR sudah keluar pada Januari. Karena itu, Bupati Jembrana I Putu Artha mengimbau agar OPD terkait mulai melakukan pemanfaatan gedung tersebut sambil menunggu proses serah terima.

Artha juga menyampaikan pesan dari Kementerian PUPR bahwa ACJN harus segera dimanfaatkan tanpa memungut sewa. “Kementerian berharap agar pemanfaatan sesegera mungkin dilaksanakan, agar gedung ini tidak terkesan kosong begitu saja,” ungkap Artha. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.