DENPASAR, BALIPOST.com – Bukan hanya sebatas pariwisata, tetapi lebih daripada itu. Dengan latar sejarah yang panjang hubungan antara Bali serta Jepang mesti berkelanjutan alias sustainable.

Demikian inti dari pertemuan antara Pasemetonan Denpasar-Fukuoka yang berlangsung di Bali Coffee Warung 63 Jl. Veteran belum lama ini. “Tidak hanya sebatas Denpasar tetapi Bali. Dan itu meliputi tidak hanya pariwisata, budaya, pendidikan tetapi kalau bisa diperluas lagi oleh generasi atau komponen masyarakat lainnya,” ujar sesepuh pasemetonan ini I Gusti Kompyang Pujawan.

Selama ini, jelas Nagaoka Shoji, sudah banyak yang dilakukan tetapi hal itu mesti berkelanjutan. Kalau melihat ke belakang, lanjut pria yang kini juga membidani lembaga pendidikan PAUD ini, pasemetonan sudah melakukan beberapa agenda aksi seperti pendidikan.

Beberapa guru, anak sekolah, serta akademisi lainnya diberikan kesempatan belajar ke Jepang secara gratis. Dan secara periodik beberapa anak sekolah, kuliahan, serta profesi lainnya datang ke Bali dan mengajar Bahasa Jepang di Mataken Gakko secara gratis.

Baca juga:  Genjot Kunjungan Wisman Jepang, Gelar Misi Penjualan di Tokyo dan Sendai

Dalam bidang budaya pun, pasemetonan beberapa kali diundang dan ikut berpartisipasi dalam ajang Dontaku Festival di Fukuoka.

Sementara itu Prof. Rumawan Salain berkomentar, apa yang dilakukan lembaga nirlaba ini sudah tentu dipantau oleh pemerintah. “Kami sangat disokong oleh Pemerintah Kota Denpasar dan tentu saja oleh pemerintah Jepang lewat Konsulat Jenderalnya yang ada di Denpasar,” katanya.

Sokongan moral ini sangatlah penting mengingat misi yang dibawa merupakan hal-hal universal untuk kemajuan kedua belah pihak. “Setiap ada event budaya yang diselenggarakan Konsulat, kami diundang dan begitu sebaliknya,” kata Rumawan yang arsitek senior ini.
Sebagai orang Jepang yang ada di Bali, Nagaoka Shoji juga melihat pergerakan lembaga ini sangatlah positif dengan menggandeng berbagai kalangan untuk menjembatani kedua belah pihak. “Yang jelas, lembaga ini akan terus berpartisipasi untuk kemajuan kedua belah pihak. Bali-Jepang, Denpasar-Fujuoka sudah mempunyai sejarah panjang. Kita akan melanjutkan menuliskannya lagi dengan hal-hal yang kita harapkan lebih baik,” pungkas Pujawan. (Palgunadi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.