MANGUPURA, BALIPOST.com – Dalam rangka mewujudkan Bali Era Baru, seluruh komponen diharapkan ikut berpartisipasi. Terutama dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pariwisata, seluruh komunitas pariwisata seperti salah satunya dari kalangan Public Relation (PR), diharapkan juga ikut berkontribusi menjaga Bali dan mewujudkan era baru.

Menurut Pimpinan kelompok media Bali Post, Satria Naradha, kekuatan Bali adalah budaya. Hal itulah yang membuat wisatawan tertarik untuk datang ke Bali.

Saat ini yang paling penting bagaimana mewujudkan Bali Era Baru terutama melalui media. “Era baru sekarang dengan adanya Gubernur Bali yang baru, ada waktu selama lima tahun bersama kita agar bagaimana dunia pariwisata Bali bisa meningkat,” katanya saat menjadi pembicara pada Media Coffee Bali 2019 di Kuta, Jumat (12/4) yang digelar PRNewswire.

Dikatakannya, mewujudkan Bali era baru ini juga memerlukan kerjasama dari kalangan PR (public relations). Agenda setting pariwisata, tentunya PR ini diharapkan tidak hanya melakukan sesuatu untuk meningkatkan usaha di lingkungannya. Namun, perlu membuat agenda setting untuk memajukan usaha bersama komponen lain.

Ada beberapa program dari Gubernur Bali yang menjadi semangat untuk memajukan lagi dunia pariwisata. Ada beberapa isu menurutnya yang mendorong untuk bisa lebih bertumbuh lagi. Misalnya seperti komitmen pengurangan sampah plastik untuk mewujudkan Bali yang bebas dari sampah plastik.

Baca juga:  Perda Desa Adat

Selain itu, mengangkat beberapa produk UKM termasuk hasil pertanian agar bisa menjadikan sesuatu kelebihan dari pariwisata Bali. “Bagaimana mengembalikan pariwisata Bali kembali ke yang alami. Termasuk komitmen kita menggunakan produk-produk organik dan produk kita bisa terbebas dari bahan kimia. Ini juga isu menarik, termasuk juga kelebihan Bali ini adalah pariwisata budaya. Kelebihan bali ini bukan apa-apa, tapi pariwisata budaya,” terangnya.

Kalau dilihat, sektor pariwisata ini juga menyerap begitu banyak tenaga kerja. Pertumbuhan pariwisata diyakininya akan terus meningkat. Untuk itu, dalam mewujudkan Bali era baru ini, kerjasama dengan PR sangat diperlukan.

Tidak hanya itu, dalam rangka menjaga kelestarian budaya Bali, Gubernur Bali juga sudah merancang terkait retribusi kontribusi wisatawan. Langkah ini dilakukan untuk bagaimana Bali bisa mendapatkan tambahan pendapatan untuk dikontribusikan kembali untuk menjaga pasar menjaga kekuatan Bali itu yaitu budaya. “Diantaranya adalah bagaimana kita terkenal karena faktor taksu karena faktor niskala. Itu yang akan diperkuat yang didedikasikan melalui seluruh desa, baik adat maupun dinas, serta manusia Bali yang menjaga budaya dan menjadi kekuatan pariwisata di Bali,” ujarnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.