Sejumlah petugas melakukan pemantauan terhadap KMP Liputan XII yang kandas di perairan Gilimanuk saat kapal hendak bertolak ke Banyuwangi Senin malam.(BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com –Arus yang cukup kuat di perairan Gilimanuk Selasa (9/4) malam menyebabkan sebuah kapal penumpang terseret. KMP Liputan XII yang mengangkut belasan kendaraan kandas di perairan Gilimanuk.

Kapal yang berlayar ke Banyuwangi ini terseret arus setelah beberapa menit berjalan. Kapal dengan nahkoda Capt Yusuf itu terseret hingga akhirnya kandas di perairan dangkal sekitar 200 meter dari pelabuhan Gilimanuk.

Dari informasi yang dihimpun, KMP Liputan XII mengangkut 86 penumpang dan 17 kendaraan di antaranya masing-masing satu bus kecil, bus besar, dua truk besar, dua sepeda motor dan 7 truk kecil serta dua tronton.

Kapal saat itu bertolak sekitar pukul 20.12 Wita. Namun baru sekitar 3 menit atau tepatnya pukul 20.15 Wita diinformasikan kepada pelabuhan bahwa kapal mengalami kandas. Saat itu KMP Liputan XII sedang olah gerak ke belakang dari dermaga. Di waktu yang bersamaan, di belakang KMP Labrita Safinaf melakukan olah gerak untuk memasuki dermaga III Gilimanuk. Sehingga KMP Liputan XII tidak maju, menunggu kapal tersebut olah gerak. Tak terasa ketika menunggu itu, kapal ikut terseret masuk ke perairan dangkal. Sehingga kandas.

Baca juga:  Nyepi, Penumpang Pelabuhan Padangbai Diminta Perhatikan Jadwal Keberangkatan

Setelah beberapa kali berupaya keluar, kapal tetap tidak dapat beranjak dari lokasi semula. Sehingga diputuskan untuk menunggu sampai air naik (pasang).

Sementara sejumlah tim penolong dari Kantor SAR Negara, TNI AL dan Polair Gilimanuk sudah siaga di pinggir bilamana diperlukan evakuasi terhadap puluhan penumpang. Namun kapal tetap memutuskan menunggu sampai air naik. Akhirnya sekitar pukul 00.40 Wita atau sekitar 5,5 jam, kapal baru bisa kembali berjalan. KMP Liputan XII bisa terbebas dari kandas dan melakukan olah gerak menuju dermaga LCM guna melakukan bongkar muatan.

Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Gilimanuk, I Ketut Aryadana membenarkan kejadian tersebut. Setelah kapal bersandar dan bongkar muatan di dermaga LCM sekitar pukul 23.40 WIB atau 00.40 WIta, petugas melakukan pengecekan. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.