Areal eks galian C di Gunaksa. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Meski sudah dipasangi portal pada pintu masuk eks galian C Gunaksa, aktivitas tambang liar rupanya masih marak. Ini dibuktikan saat Sat Pol PP Pemkab Klungkung sidak langsung ke tempat tersebut, Selasa (9/4). Hasilnya, petugas gagal menciduk pelaku, tetapi hanya menemukan sekop dan alat pengayaknya.

Kasat Pol PP Pemkab Klungkung, Putu Suarta, enggan menyebut sidaknya ke lokasi eks galian C itu telah bocor. Sebab, sidak itu benar-benar dilakukan spontanitas usai apel sekitar pukul 09.00 wita. Tidak ada perencanaan apa pun sebelumnya. Ketika sidak berlangsung, tidak seorangpun penambang ada di lokasi.

Sat Pol PP nampak serius menyikapi aktivitas tambang liar ini, sekaligus menyelidiki lebih jauh, bagaimana para pelaku melakukannya. Padahal, pintu masuk utama sudah dipasangi portal. Apakah ada pintu masuk lain sebagai akses keluar masuk pelaku dan truknya, Suarta mengaku belum tahu. Tidak tanggung-tanggung, jumlah personel Satpol PP yang turun ke eks Galian C mencapai 20 personel.

Selain sekop dan pengayak pasir, petugas juga menemukan sejumlah tumpukan pasir yang sudah siap angkut. Petugas sedang mendalami kondisi di sekitar areal itu. Sebab, masih ada jejak ban truk yang bisa menjadi petunjuk dari mana lagi akses keluar masuk truk pengangkut pasir pelaku. Meskipun tidak dapat mengamankan para penambang pasir liar, petugas Satpol PP mengamankan 12 alat pengayak termasuk beberapa skop yang diduga kuat menjadi milik para penambang pasir liar

Baca juga:  3 Sopir Truk Pengguna Narkoba Ditangkap

Melihat kondisi demikian, Suarta menegaskan akan terus melakukan sidak di seluruh areal eks galian C. Kalau pun harus kucing-kucingan, ini harus terus dilakukan, untuk mencegah agar aktivitas tambang liar ini tidak semakin marak lagi.

Untuk diketahui, portal dipasang baik pada eks galian C Gunaksa maupun di Tangkas. Menurut Putu Suarta, ini sebagai langkah preventif, agar para penggali liar yang masih membangkang di lokasi eks Galian C Tangkas maupun Gunaksa, tak bisa berkutik lagi. Upaya ini untuk menekan adanya pelanggaran. Sebab, sebagai lokasi eks galian, disana jelas sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan segala aktivitas galian C.

Namun, faktanya cukup banyak peristiwa yang memperlihatkan portal itu tak ada gunanya. Salah satunya, sebelumnya, ada satu truk yang tenggelam di sekitar alur Tukad Unda di areal itu ketika terjadi hujan lebat, yang membuktikan truk masih bebas keluar masuk. (Bagiarta/Balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.