Masyarakat saat tangkil melakukan persembahyangan ke Pura Pasar Agung, Sebudi, Selat, Karanagsem, Jumat (29/3). (BP/Nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com –  Gunung Agung memang kembali mengalami erupsi pada Kamis (28/3) malam. Kendati erupsi lagi dan jarak puncak kawah gunung dari pura hanya  1,5 kilometer, akan tetapi tidak mempengaruhi pemedek yang hendak tangkil ngaturang bakti ke Pura Pasar Agung Sebudi, Selat, Karanagsem serangkaian  Pujawali Kedasa.

Humas Pura Pasar Agung I Wayan Suara di damping Pengemong Pura  Jro Mangku Umbara, Jumat (29/3) mengungkapkan, Gunung Agung memang sempat kembali mengalami erupsi Kamis (28/3) malam. Bahkan ada warga di balik gunung yakni di Warga Ban, mengungsi ke kantor Desa. Kendati erupsi, akan tetapi pemedek yang hendak tangkil ngaturang bakti ke Pura Pasar Agung masih ramai.

“Memang jarak Gunung Agung dengan Pura Pasar Agung sangat dekat sekali hanya 1,5 kilometer. Tapi, bagi warga yang memiliki keyakinan tetap melakukan persembahyangan serangkaian Pujawali Kedasa. Dan sekarang ini (Jumat red) pemedek lumayan ramai tangkil untuk sembahyang. Tapi tidak seramai saat sebelum Gunung Agung erupsi 2017 lalu,”ujarnya.

Baca juga:  Awas Gunung Agung, Bupati Giri Prasta Instruksikan Warga Pengungsi Jangan Ditelantarkan

Suara menambahkan, bila nanatinya pas emedek ramai tangkil ngaturang bakti dan Gunung Agung kembali erupsi, maka pihaknya sduah menyiapkan sejumlah petugas untuk mengevakuasi pemedek menuju ke bawah.”Kita disini tetap siapkan petugas jaga. Bila gunung kembali erupsi, petugas langsung siaga untuk mengevakusi pemedek,”katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika Pujawali Kedasa bakal kasineb pada 31 Maret. Untuk itu, bagi warga yang hendak tangkil dipersilkan. “Jika ingin tangkil kita persilakan. Kalau masih takut dengan situasi gunung jangan. Karena disini kita berbicara keyakinan,”tegas Suara. (Eka Prananda/Balipost)

 

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.