DENPASAR, BALIPOST.com – Pasar Anyar Sari di Jalan Gunung Galunggung, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat (Denbar), kembali terbakar, Jumat (22/3) sekitar pukul 19.30 Wita. Dari informasi yang dihimpun, satpam setempat mendapat laporan ada ledakan di pasar bawah sehingga ia pun mengecek asal suara.

Keterangan Nyoman Sudarta (55), satpam pasar, sekitar pukul 19.30 Wita, sedang patroli. Ia mendapat informasi dari pedagang bahwa di pasar bawah ada ledakan.

Selanjutnya ia mengecek sambil membawa alat pemadam api ringan. Ternyata kios milik Ni Made Widiarta telah terbakar dan api sudah membesar, sehingga alat pemadam yang dibawa tidak jadi digunakan.

Selanjutnya Sudarta meminta bantuan satpam yang lain untuk menghubungi pemadam kebakaran. Si jago merah melalap 12 unit kios di Blok 1 pasar yang terkenal dengan nama Pasar Batukandik ini.

Kapolsek Denpasar AKP Johanes Nainggolan mengatakan, pemilik kios yang terbakar diantaranya Ni Made Sarjani (2 kios) jual sembako, Ibu Jumbo menjual sarana upakara atau banten dan Widiarti (5 kios) menjual sarana upakara.

Baca juga:  Hujan Tak Surutkan Antusiasme Masyarakat Bali Bertemu Jokowi

Kronologisnya, kata Kapolsek, dari keterangan Ni Made Sarjani (47) sekitar pukul 20.00 Wita, dia baru balik dari Pasar Badung. Dia diberi tahu lewat temannya, Widiasih, lewat telepon, bahwa ada kebakaran di TKP. Mendengar hal itu ia langsung menuju ke TKP.

Saat tiba di TKP situasi sudah ramai, api sudah besar melalap kios miliknya. Dijelaskan oleh korban kiosnya tutup sekitar pukul 12.00 Wita ditinggal ke acara peresmian Pasar Badung.

Kepala Pasar Anyar Sari, Hadihasa menyatakan bagian pasar yang mengalami kebakaran yaitu Blok 1. Blok tersebut terdiri dari 14 kios dan yang mengalami kebakaran sebanyak 12 kios terdiri dari 10 kios menjual alat upakara dan 2 kios menjual sembako. “Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut,” ujarnya.(Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.