Teguh Setiadi menjelaskan tentang hasil survei BI pada triwulan I 2019. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada awal 2019, khususnya triwulan I diprediksi akan mengalami pelambatan pertumbuhan di semua lapangan usaha. Karena dari sisi konsumsi masyarakat diprediksi tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan, pasca liburan pada triwulan sebelumnya. Selain itu, belanja pemerintah juga belum dilakukan pada triwulan I karena pada triwulan I biasanya realisasi proyek-proyek belum dilaksanakan.

Demikian disampaikan Kepala Divisi SP PUR Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali, Teguh Setiadi, saat acara diseminasi hasil survei BI, Senin (18/3). Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I 2019 dikatakan tumbuh positif. Namun dibandingkan dengan periode sebelumnya, mengalami perlambatan. Berdasarkan survei atau kajian BI KPw Bali, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I 2019 diperkirakan 6,1%- 6,5 %.

Selain pelambatan yang akan dialami Bali pada awal 2019, Bali juga akan menghadapi tantangan yang sangat banyak pada 2019. “Kami perkirakan hampir semua lapangan usaha ekonomi itu akan mengalami pelambatan. Secara siklus memang seperti itu, triwulan 1 itu memang siklusnya cenderung melambat. Misalnya untuk proyek-proyek biasanya masih dalam tahap pelelangan, belum ada realisasi, itu yang sangat mempengaruhi,” bebernya.

Baca juga:  Revisi Perda RTRW Bali

Dari sisi konsumsi masyarakat juga mempengaruhi. Konsuami masyarakat pada triwulan ini juga diprediksi tidak terlalu banyak. “Setelah liburan kan konsumsinya dibandingkan triwulan sebelumnya relatif lebih rendah,” imbuhnya.

Secara statistik terjadi penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Tapi secara pertumbuhan sebenarnya masih tumbuh positif. Komponen pengeluaran yaitu konsumsi masyarakat ini terkait dengan liburan karena liburan secara teori itu meningkatkan konsumsi. Liburan biasanya terjadi pada triwulan IV sehingga pada saat itu merupakan peak season. “Jadi sebenarnya masalah siklus saja sehingga triwulan I ini biasanya memang lebih rendah dari triwulan sebelumnya,” tandasnya.

Siklus ini dikatakan siklus rutin yang terjadi setiap tahun. Triwulan IV selain musim liburan, belanja pemerintah juga mulai didorong untuk penyerapan anggaran dengan merealisasikan proyek – proyek. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.