Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa disela-sela peninjauan Pelaksanaan CAT P3K di SMAN 1 Kuta Utara, Sabtu (23/2). (BP/Dokumen Pemkab Badung)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 51 orang dengan rincian 20 orang dari penyuluh pertanian dan 31 orang Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) Guru bersaing untuk menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Badung. Untuk menjaring para peserta ini, dilakukan computer assisted test (CAT) yang digelar di SMAN 1 Kuta Utara, Sabtu (23/2).

Pelaksanaan Tes CAT P3K di SMA N 1 Kuta Utara ini menjadi perhatian khusus dari Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab. Wakil Bupati Badung Suiasa di sela-sela peninjauan Pelaksanaan Tes CAT P3K menyampaikan, peninjauan ini adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan tes. “Kita ingin melihat langsung tahapan prosedur persyaratan administrasi serta untuk memastikan pelaksanaan CAT ini sudah berjalan sesuai dengan standar. Ternyata pelaksanaan CAT yang pertama kali di Badung ini sudah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. Keterbukaan ini salah satunya sudah ditunjukkan dengan menampilkan hasil atau nilai dari peserta CAT pada layar monitor yang terpasang di depan ruangan panitia,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab mengatakan persyaratan administrasi peserta sudah diperiksa secara ketat sehingga tidak memungkinkan adanya peserta berbeda dari yang tercatat. “Standar pelaksanaan CAT sudah dilaksanakan dengan baik oleh Badung. Seyogyanya kedepannya P3K bukan hanya dari dua sektor pertanian dan guru melainkan juga sektor lainnya,” sarannya

Baca juga:  Rai Pati Sebut Tanah Dikembalikan Lewat Wakil Bupati dan DPRD Gianyar

Ketua Panitia tes CAT P3K I Gede Wijaya yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung menyampaikan P3K ini merupakan langkah yang dilakukan pusat untuk melengkapi kekurangan tenaga PNS serta sikap serius pemerintah untuk mengatasi persoalan tenaga honorer K2 di Indonesia. “Ke-51 peserta CAT ini merupakan peserta yang telah lolos verifikasi administrasi yang dilakukan pusat berdasarkan database pegawai honorer yang sudah terekam oleh BKN tahun 2013. Dan sekarang mereka mengikuti tes CAT dengan materi tes kompetensi dengan waktu 100 menit dan tes wawancara berbasis computer selama 20 menit. Untuk kelulusan adalah berdasarkan passing grade yang telah ditentukan pusat,” paparnya.

Turut hadir dalam pelaksanaan CAT P3K di SMAN 1 Kuta Utara adalah Kabag umum Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Yulis Nur beserta staf, Kepala Seksi Pemanfaatan Teknologi Informasi BKN Regional X Rama Beta H., Inspektur Kabupaten Badung, Luh Suryaniti, dan Dirut Rumah Sakit Mangusada, dr. Gunarta. Hadir juga Kabag Organisasi Setda Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Sekcam Kuta Utara, Putu Eka Permana dan Kasubag Dokumentasi dan Peliputan Bagian Humas Setda Badung I.B. Krisna Dwipayana. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.