Nelayan bersama Polisi danTRC BBD Buleleng berusaha menolong korban meninggal dunia saat melukat di Pantai Penimbangan, Singaraja. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang anggota Polisi, Aipda Putu Budiarta (40) asal Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar ditemukan tak bernyawa oleh Nelayan di Pantai Penimbangan, Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng mendadak heboh pada Selasa malam lalu (19/2).

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK membenarkan ada salah seorang anggotanya meninggal dunia tenggelam saat berenang di laut.

Iptu Sumarjaya mengatakan, penyebab kematian korban murni karena tenggelam. Diduga, saat berenang itu penyekit Epilepsi yang selama ini dideritanya tiba-tiba kambuh. Karena hari sudah gelap dan tidak ada menolong, sehingga korban yang sehari-hari ditugaskan di Bagian Sumda Polres Bueleleng itu ditemukan meninggal dunia.

Saat ditemukan, tubuh korban lemas dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Posisi ditemukan pada kedalaman 1,5 meter dengan jarak dari daratan sekitar 15 meter.

“Anggota kita murni meninggal karena tenggelam dan memang saat bertugas di Sumda menderita sakit Epilepsi dan agar mendapat pengobatan rutin smepat ditugaskan di Urusan Kesehatan (Urkes) Polres,” katanya.

Baca juga:  Sosialisasi Asuransi Nelayan Gencar Dilakukan

Pamit Melukat

Sebelum kejadian, korban sempat berpamitan dengan istrinya Komang Dian untuk pergi bersembahyang sambil melukat ke Pantai Penimbangan. Namun istrinya melarang pergi melukat sendiri karena korban menderita penyakit Epilepsi.

Rupanya, ketika istrinya keluar rumah pergi menyemput anak, korban nekat pergi ke Pantai Penimbangan untuk melukat sendiri. Dengan membawa canang sari dan perlengkapan persembahyangan, korban menuju lokasi melukat di sekitar Pura Segara Penimbangan.

Sesaat kemudian, istrinya kembali ke rumah dan tidak menemukan korban. Istrinya kemudian berusaha mencari dan menanyakan kepada tetanganya. Karena teringat dengan keinginannya untuk melukat, Dian menyusul ke Pantai Penimbangan. Karena hari sudah gelap, dia meminta bantuan nelayan untuk mencari suaminya.

Seorang nelayan Jro Gede Wiadnyana mengatakan, dia sempat didatangi istri korban untuk mencari suaminya yang hilang saat melukat. Setelah melakukan pencarian, tubuh korban muncul di tengah laut. Jarak ditemukan dengan daratan tidak terlalu jauh.  Saat ditolong tubuhnya lemas. (mudiarta/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.