Dua bangunan yang roboh di Pura Desa Kutri, Desa Singapadu Tengah, Kamis sore. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPPOST.com –  Hujan lebat disertai angin kencang pada Kamis sore (24/1), sekitar pukul 16.30 wita memicu sejumlah bencana alam, yakni pohon tumbang dan bangunan robohnya. Diantaranya, bangunan bale gong dengan luas bangunan 11 x 5 meter di Pura Dalem Kutri, dan bale Gong berukuran 8 x 4.5 meter, bale Peselang 6 x 4.5 meter roboh  di Pura Desa Kutri. Kerugian ditaksir mencapai Rp 800 Juta.

Bendesa Adat Kutri, I Gusti Ngurah Suteja menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan bencana alam yang tidak bisa ditebak. Ironisnya ketiga bangunan yang roboh sebenarnya tergolong baru, seperti bangunan bale gong di Pura Desa Kutri baru seleaai dibangun 2017 lalu. Sedangkan balai peselang selesai dibangun 2016. Sementara balai gong di Pura Dalem Kutri baru dibangun akhir 2018 kemarin dengan dana BKK, ” Kerugian sampai sekitar Rp 800 juta, ” katanya.

Meski menimbulkan kerugian ratusan juta, syukurnya bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa, lantaran di dua lokasi tersebut tersebut memang belum ada aktifitas, saat hujan lebat dengan angin kencang pada Kamis sore kemarin.

Sementara Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya dikonfrimasi mengatakan pasca hujan lebat disertai angin kencang Kamis sore, memang memicu cukup banyak laporan bencana. ” Banyak laporan masuk, termasuk bangunan roboh yang di Pura Dalem Kutri dan Pura Desa Kutri, Desa Singapadu Tengah, ” katanya.

Baca juga:  "Mamungkah" Pura Puseh-Bale Agung Desa Pakraman Kusamba, Di-“puput” Tujuh Sulinggih

Ia menjabarkan selain di Singapadu Tengah juga terjadi bencana di Desa Lebih ada pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Selanjutnya pura di Desa Batubulan juga ada balai peselang yang roboh. ” Di Payangan juga ada pohon tumbang, termasuk di Pengorekan ada pohon beringin besar tumbang menimpa pura, ” katanya.

Menangani laporan bencana ini pihaknya sudah menurunkan seluruh regu, termasuk regu cadangan. ” Ini karena banyaknya kejadian, dari daerah atas sampai pesisir kami menerima laporan, sehingga semua dikerahkan, ” ucapnya.

Bahkan karena kekurangan armada, Kepala BPBD sudah menghubungi Dandim 1616 Gianyar untuk membantu melakukan atensi dampak bencana yang terjadi Kamis sore. ” Kita juga kordinasi dengan aparat kepolisian, minimal membantu mengevakuasi pohon tumbang menimpa jalan, agar tidak menggangu arus lalin, ” katanya.

Gung Digjaya juga memastikan meski pihaknya menerima cukup banyak laporan bencana, namun dipastikan belum ada laporan korban luka atau meninggal akibat bencana. ” Laporan korban jiwa sementara belum ada, ” katanya. (manik astgajaya/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.