SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebuah pohon jenis Wangkal tumbang setelah dilanda hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (22/1). Akibatnya, rumah milik Kadek Mertayasa (34) warga Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.

Akibatnya, rumah semi permenen itu rusak berat. Selai itu, akibat kejadian ini dua warga yang tinggal di dalam rumah mengalami luka ringan. Diduga keduanya terluka ketika akan menyelamatkan diri.

Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, sebelum pohon tumbang, hujan deras dan angin kencang melanda Desa Kubutambahan dan sekitarnya. Saat itu, pemilik rumah Mertayasa bersama keluarganya istrirahat di dalam rumah.

Tiba-tiba, angin kencang menerjang. Pohon Wangkal yang tumbuh tidak jauh dari rumahnya tumbang. Batang pohon dengan diameter cukup besar dan ranting pohon ini menimpa atap rumah hingga hancur. Bahkan, bangunan rumah hanya menyisakan sebagian tembok dari batako.

Beruntung, dia dan keluarganya berhasil ke luar rumah menyelamatkan diri. Saat akan ke luar rumah, Mertayasa dan Gede Aditya terluka pada kaki.

Baca juga:  Sejumlah Rumah Terendam Banjir

Diduga, keduanya terluka karena tidak sengaja menginjak seng bekas atap rumah yang terhempas akibat tertimpa pohon tumbang. “Benar pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang. Setelah kejadian itu warga dan instansi terkait gotong royong membersihkan pohon tumbang,” katanya.

Pascakejadian itu, dibantu kerabat dan warga, ia berusaha membersihkan batang pohon yang menimbun rumah korban. Sementara, korban sendiri belum bia memperbaiki rumahnya.

Ia pun berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan untuk meringankan beban yang diderita korban dan keluarganya.

Sementara itu, Camat Kubutambahan Made Suyasa mengatakan korban bencana pohon tumbang di daerahnya itu untuk sementara tinggal bersama kerabatnya. Ini karena korban belum bisa memperbaiki kerusakan rumahnya akibat bencana alam.

Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, sehingga segera ada penanganan darurat untuk warganya. “Pascakejadian TRC BPBD sudah membantu warga korban bencana dan selanjutnya kami koordinasikan terkait perbaikan rumah mereka, sehingga tidak terlalu lama mereka mengungsi,” kata birokrat asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan ini. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.