Acara Workshop Desa yang digelar Yayasan MBM di Desa Pengotan, Rabu (23/1) (BP/adv)

YAYASAN Maha Bhoga Marga (MBM) menggelar acara Workshop Desa di aula Kantor Desa Pengotan, Bangli, Rabu (23/1). Workshop yang mengangkat tema “Integrasi Desa, Kabupaten dan MBM untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat secara Partisipatif” dilaksanakan dalam rangka menghargai kerjasama yang telah terjalin, sekaligus merumuskan bersama langkah kedepan dalam meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat Desa Pengotan.

Acara Workshop Desa dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra, Kepala Dinas Bappedalitbang Kabupaten Bangli Nyoman Widiana, Perbekel Desa Pengotan Wayan Suardana, dan Tenaga Ahli (P3MD) Kabupaten Bangli. Kegiatan workshop diikuti puluhan pengurus anggota kelompok dampingan dan tokoh masyarakat di Desa Pengotan. Workshop diisi dengan launching website dan diskusi panel antara Pemerintah Desa Pengotan dengan instansi terkait di Kabupaten Bangli serta sosialisasi HIV dan AIDS.

Direktur Yayasan MBM Pendeta Ketut Sudiana menjelaskan bahwa sudah lima tahun terakhir Desa Pengotan menjadi salah satu desa dampingan Yayasan MBM. Adapun bentuk pendampingan yang selama ini telah diberikan berupa program pemberdayaan di bidang peningkatan ekonomi warga, bidang kesehatan serta advokasi masyarakat dan Pemerintah Desa.

Dalam bidang ekonomi warga, Yayasan MBM yang merupakan sebuah yayasan bernaung dibawah gereja Kristen Protestan di Bali sudah mulai mendampingi kelompok ternak sejah tahun 2013, dengan total 16 kelompok yang tersebar di beberapa banjar. Selain ternak, Yayasan MBM juga mendampingi kelompok simpan pinjam dan pelatihan penguatan kapasitas kelompok. Total sudah ada enam kelompok simpan pinjam terbentuk di Desa Pengotan sejak 2016. Di bidang kesehatan Yayasan MBM memberikan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan (Papsmear) yang bekerjasama dengan Puskesmas Pengotan. MBM juga memberikan subsidi pembangunan WC untuk anggota kelompok yang tidak mampu, dan penyuluhan kepada anggota kelompok dan masyarakat sekitar. Di bidang advokasi masyarakat dan pemerintah desa, Yayasan MBM sudah memberikan pendampingan sejak tahun 2012 berupa pendampingan penyusunan RKPDesa dan RPJMDesa, memberikan peningkatan kapsitas kepada pemerintah desa dan anggota masyarakat dalam proses pembangunan desa dan mendorong munculnya website desa Pengotan bersama dengan Dinas PMD Kabupaten Bangli. Menurut Pendeta Ketut Sudiana, sejak diberikan pendampingan, sudah ada peningkatan kesejahteraan, ilmu dan mental masyarakat.

Baca juga:  Strategi Wisata Kuliner dan Belanja Dimatangkan di Jakarta

Terkait pelaksanaan workshop desa kemarin, Pendeta Ketut Sudiana menyebutkan ada beberapa tujuan dari kegiatan ini, diantaranya mempublikasikan desa Pengotan melalui optimalisasi website desa, penguatan kapasitas masyarakat desa untuk dapat mengakses website desa, sekaligus mengapresiasi kepada Pemerintah Desa Pengotan atas kinerja dalam program pembangunan desa yang peduli kepada masyarakat miskin dan penanggulangan kemiskinan serta kelompok yang berprestasi. Melalui kegiatan ini diharapkan potensi Desa Pengotan dapat dikenal secara luas, perempuan dan warga miskin mendapat akses ke layanan public dasar serta menguatkan jejaring kerja pemerintah desa dan lembaga-lembaga terkait. “Melalui workshop ini kita inginkan bagaimana masyarakat secara umum biar bisa menyampaikan aspirasinya bersama dengan pemerintah, sehingga dari tingkat atas sampai bawah kita bersinergis dalam kebersamaan untuk membangun desa dimana kita berada,” jelasnya.

Sementara itu Perbekel Desa Pengotan Wayan Surdana menyampaikan terimakasih kepada Yayasan MBM yang selama ini telah ikut berkontribusi membangun Desa Pengotan melalui program pendampingan yang diberikan kepada masyarakat. Melalui program pendampingan, diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di Desa Pengotan sekaligus mengubah serta menumbuhkan pola pikir masyarakat menjadi semakin mandiri. Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra dalam acara kemarin, meminta masyarakat Pengotan untuk terus menggali potensi desa yang ada guna meningkatkan pendapatan asli desa. Disamping itu, pemerintah Desa Pengotan juga diminta aktif memanfaatkan website desa dalam memberikan informasi kepada masyarakat. (adv/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.